Senyuman Merubah Semuanya Menjadi Indah


 Alkisah disebuah biara budha diatas bukit, hiduplah pendeta-pendeta budha yang hidupnya suci dan berilmu tinggi, untuk menempuh ke tahap kesempurnaan mereka harus  menempuh ujian sepuluh tahun lamanya.  Salah satu murid pendeta, mengatakan kepada gurunya. Guru agar saya bisa seperti guru, saya akan mengikuti ujian selama sepuluh tahun, saya akan pantang berbicara,  dan setiap pertanyaan yang ditujukan hanya saya tanggapi dengan senyuman. Baik anakku lakukan lah, kata gurunya dengan bijak.  Lalu pendeta turun ke masyarakat untuk melayani setiap orang yang memerlukan jasanya. Setahun, dua tahun berjalan banyak orang menganggap sang murid budha tersebut sebagai orang yang gila, orang bisu dan orang cacat, sebab tidak bisa bicara hanya bisa tersenyum, dan bagi sang murid sendiri pantang bicara membuat perasaanya sedih dan hancur karena ejekan dan sindiran miring yang ditujukan kepadanya, tetapi sang murid tetap menjalani ujiannya dengan baik. Setelah berjalan lima tahun sang murid baru mengerti, bahwa ternyata lebih banyak orang bahagia karena sikapnya yang selalu tersenyum, dari pada banyak bicara  sedikit bekerja dan tetap kosong. Karena banyak orang susah, menderita, mengalami kesulitan hidup yang datang memohon petunjuk hanya diberikan dengan satu jawaban yaitu senyuman, dan tindakan nyata. Jawaban atas segala permasalahan hidup sesungguhnya adalah menerima dengan senyum dan menjalani dengan sungguh-sungguh.

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s