Sedekah Yang Hidup


            Ketika sepasang suami istri hendak menuju ke pasar menggunakan kendaraan, berhentilah mereka di perempatan jalan, karena lampu lalu lintas berwarna merah, tiba-tiba mendekatlah seorang pemuda dengan pakaian sederhana sambil membawa gelas, memohon sedekah, tergeraklah hati sepasang suami istri tersebut dan mengeluarkan pecahan koin Rp 500 untuk disampaikan kepada pemuda itu, sambil bersungut-sungut sang istri mengatakan, masih mudah kog malas, seharusnya dengan tenaganya dia masih mampu hidup lebih baik, memang sifatnya malas. Sedekah yang hidup adalah sedekah yang rela dan iklas, tanpa memikirkan kondisi si penerima sedekah, layak atau tidak, digunakan untuk apa dan kemana.

(II Korintus 9, 6-9).  Hendaknya masing-masing memberi dengan kerelaan hatinya, janganlah sedih hati atau dengan paksaan, sebab Allah akan mengasihi orang yang memberi dengan suka cita, Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia, supaya kamu senantiasa hidup berkecukupan didalam segala sesuatu dan berlebih didalam pelbagai kebajikan.

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s