Pengurbanan Satu Biji Gandum


             Ketika semut sedang bekerja mengangkat biji gandum, sang semut menanyakan kepada sahabatnya, dari mana biji-biji gandum ini berasal, sahabat semut mengatakan tidak kah engkau tau bahwa biji-biji gandum ini berasal dari kerelaan satu biji gandum untuk hancur, kemudian tumbuh menjadi satu tanaman baru yang menghasilkan banyak biji gandum. Tentu saja apabila tidak ada biji gandum yang rela hancur untuk memberi kesempatan bakal tanaman baru untuk  hidup maka tidak akan ada tanaman gandum yang bijinya dapat kita angkut seperti sekarang, kata sahabat semut menambahkan. Kesadaran utama adalah, bahwa perubahan berawal dari pengorbanan. Orang yang memahami arti pengorbanan adalah orang yang mengerti arti hidup yang sesungguhnya.

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s