Pengalaman Hidup Menentukan Kesuksesan


Ketika kita dilahirkan dalam sebuah keluarga, kemudian tumbuh dan berkembang, selain kondisi  fisik kita yang tumbuh dan berkembang menjadi seperti saat ini, rekaman setiap peristiwa yang kita alami juga semakin lama semakin lengkap, mengisi setiap memori dalam otak kita.  Peristiwa membahagiakan atau menyedihkan sewaktu kecil, semua tanpa kita sadari ikut berperan dalam pembentukan sikap kita saat ini.

Suatu hari ada suatu anggapan yang terjadi pada diri saya, bahwa saya dikenal sangat irit, sangat teliti mengatur keuangan, atau bahkan beberapa  sahabat  meledek saya dengan istilah pelit. Ada kemungkinan penilian yang disampaikan ke saya memang benar. Ketika saya pikirkan dalam-dalam arti itu semua, memang terjadilah arus pasang yang menyambung dengan pengalaman pribadi masa kecil.

Sewaktu  kecil, saya  dihadapkan dalam kondisi keluarga yang  kekurangan,  pernah suatu ketika saya menginginkan sebuah sepatu merek tertentu, dengan harga yang cukup mahal bagi saya waktu itu, keinginan saya untuk memiliki sepatu tersebut kadang muncul kadang tenggelam, karenanya waktu muncul keinginan tersebut harus saya lupakan karena keterbatasan yang ada, tetapi dalam hati kecil saya tetap berkeinginan untuk memilikinya , dengan sedikit uang saku yang saya terima, saya kumpulkan hingga 11 bulan hanya untuk memenuhi keinginan saya tersebut, walaupun akhirnya saya harus kecewa karena sepatu yang saya inginkan sudah laku terjual.

Saudaraku, ketika saya berkunjung ke tempat usaha sahabat saya  yang kebetulan membuka usaha toko plastik, semua kebijaksanaan, semua tata kelola toko sama persis dengan yang dilakukan oleh orang tuanya, yang saat ini berusia 87 th dan masih sehat jasmani rohani.  Kesimpulan saya dikuatkan setelah orang tuanya menceritakan apa yang dilakukan pada waktu muda.  Kekuatiran dan ketidak  percayaan terhadap orang lain sangat tinggi, semua harus dikelola dan ditangani sendiri. Sehingga ketika saya berkunjung sore hari, sahabat saya sudah nampak kusut dan lelah, usaha tokonya tetap saja  berkembang, hanya saja perkembangannya  terukur dari kemampuan fisik dan daya jangkau diri sendiri.  Ketika saya mengusulkan untuk mengembangkan tokonya, jawabanya seperti yang sudah saya duga yaitu sebuah jawaban kuno, seperti, sekarang sepi, persaingan ketat dan segala macam alasan, padahal saya mengerti bahwa sesungguhnya ketidak percayaan dan kekuatiran serta keterbatasan seorang diri dalam tata kelola toko adalah alasan yang lebih tepat.

Saudara, Pengalaman hidup tidak dipungkiri lagi sudah membekas di dalam alam bawah sadar sehingga tidak disadaripun membentuk karakter pribadi yang dalam, Keterbukaan akan sesuatu yang baru, dengan menyadari bahwa perlu setiap hari untuk berubah sedikit banyak akan membantu membuat jalan kearah yang lebih maju.

Ketika CEO Sinar Mas Group menyadari bahwa perlu untuk menambah modal, guna memperbesar usaha PT Bank Internasional Indonesia maka langkah awal yang dilakukan adalah perbaikan kinerja selanjutnya melakukan go public, dengan menjual saham baru, supaya ada arus modal segar masuk dalam perusahaan tersebut,  yang artinya membuka peluang kepada orang lain untuk ikut memiliki perusahaan tersebut. Saya memahami benar ketika saya menghadiri rapat dengan  CEO nya  dan membicarakan dalam rapat tertutup bahwa sebenarnya mula-mula keluarga besar tidak menginginkan adanya orang lain yang ikut serta mengendalikan usaha tersebut, tetapi untuk membuat perusahaan besar jalan satu-satunya adalah menambah modal, sedangkan group tidak memiliki sejumlah dana tersebut, mereka berani meninggalkan  pola pikir lama dengan mengganti hal baru, dengan memasukkan orang lain diluar keluarga. Menjual saham ke public artinya membuka orang luar untuk masuk dalam jajaran management.

Pendiri  Sinar Mas Group,  Bp Eka Tjipta Widjaja memiliki pengalaman yang sama, yaitu memulai usaha dari nol, dengan menjual minyak goreng dari kelapa  yang dibuat sendiri, dan dijual dengan jalan kaki berkilo-kilo jauhnya, Beliau menjadi milyuner hanya dengan berani membuka wawasan dengan berpikir bijak terhadap orang lain.

Pendiri Wings Group, Bp. Ferdinand Katuari & Tanoyo, juga memiliki pengalaman yang sama, yaitu memulai usaha dari nol, dengan membuat sabun cuci batangan, dan dijual dari rumah ke rumah dengan jalan kaki.  Dan ketika dilihat usahanya semakin besar maka pengaturan dengan system management yang melibatkan banyak orang pun, bukan merupakan halangan dan hambatan.

Pengalaman hidup memang sangat berpengaruh apabila dapat dikembangkan dengan membuka wawasan dan pola pikir kearah lebih baik. Jangan sampai pola pikir menjadi hambatan untuk kemajuan usaha, seperti halnya seorang gadis yang berpikir bahwa untuk mengendalikan tubuhnya yang kurus semampai, dengan mengenakan pakaian yang sempit, tanpa mengatur pola makannya sehingga pakaian tersebut bukan sebagai jalan menuju kecantikan tetapi malahan menghambat peredaran darahnya.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s