Mendengar Lebih Baik Daripada Berbicara


 Alkisah hiduplah sepasang angsa putih dan satu ekor kura-kura, mereka hidup rukun dan saling mengisi, tetapi kerukunan mereka terusik ketika kura-kura dalam perjalanannya selalu mengembangkan talenta bicaranya, kura-kura sangat pandai berbicara sehingga banyak binatang-binang dihutan sangat terkesan olehnya, pada suatu ketika sepasang angsa menceritakan bahwa ada suatu danau indah di balik bukit, dengan bunga-bunga yang elok,  mendengar cerita tersebut sang kura-kura sangat tertarik untuk kesana, bagaimana mungkin saya bisa sampai kesana, kata kura-kura, mudah saja, kita akan cari sebilah ranting dan kita sama-sama mengigit kuat-kuat, untuk selanjutnya engkau akan kami bawa terbang.  Beberapa saat kemudian tercapailah keinginan kura-kura untuk terbang menuju danau yang dituju, tetapi ketika dalam perjalanan diudara, mereka bertiga menjumpai burung bangau, dasar si kura-kura, langsung menyapa;  hallo bangau, apa kabar! dari mana saja, lama tak jumpa,  seketika itu juga, kura-kura sadar bahwa dirinya jatuh ke bawah, karena pegangannya terlepas, karena kura-kura lupa bahwa dengan mulut dan giginya dia ternyata berpegangan.  Apa yang keluar dari mulut akan mencerminkan dirinya, baik atau buruk, celaka atau ditinggikan derajatnya.  Banyak bicara banyak ilmu yang menguap, entah menjadi baik atau buruk pengaruhnya, Banyak mendengar banyak mendapatkan. Pandai-pandailah memilih, dan memanfaatkan moment yang tepat.

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s