Kesuskesan Diukur Dari Perubahan Pola Pikir Seseorang


 Ada suatu kesan yang menarik, ketika saya berdiskusi dengan sahabat dalam satu pekerjaan, bahwa ternyata syarat utama seorang untuk dapat maju dan sukses adalah merobah pola pikir, dari kecil menjadi sedang kemudian menjadi besar, dikatakan bahwa apabila sesorang berpikir kecil maka dunia yang dipikirkan adalah sebesar kapasitas dalam pikirannya tersebut.  Saya pikir memang benar kesan tersebut bahwa untuk menampung dalam jumlah besar kapasitas air, pertama-tama harus disediakan tempat yang besar pula, bagaimana mungkin dengan tempat yang kecil dapat menampung  kapasitas air yang besar.

Pernah suatu hari, ketika saya berkunjung di sebuah kantor Pusat Bursa Effek di Jl Sudirman – Jakarta, saya mendengar teman-teman yang berprofesi sebagai broker mengadakan sebuah taruhan antar mereka, taruhan mereka cukup menarik sebut saja namanya agus, budi, iwan dan sony, mereka sepakat mengadakan taruhan bahwa apabila bisa membuka pintu mobil Ferrari yang tidak dikunci tanpa merusak dan bisa duduk di dalamnya dalam 15 menit akan memenangkan taruhan. Ya hanya membuka pintu secara alami saja, agus meyakinkan teman-temannya,  Baik kalau begitu jadi ! taruhannya sahut budi, iwan dan sony,  apa kompensasinya apabila menang … agus menegaskan.  Yang kalah akan membayar makan siang hari ini, Ok ! jadi kata mereka sepakat.

Dengan anthusias mereka berempat bergegas menuju parkir timur under ground di BEJ untuk melangsungkan kompetisi tersebut.  Dalam perjalanan menuju tempat parkir,  pikiran Budi, Iwan dan Sony mulai kacau, bimbang bercampur yakin, jangan-jangan kita dikerjain oleh  Agus, kog mudah sekali, hanya membuka pintu mobil Ferrari keluaran terbaru, tapi saya tetap yakin bisa karena saya punya mobil merk Jepang, saya kira semua mobil sama. Hanya membuka saja, setelah itu kita makan gratis.

Alangkah terkejutnya, ketika teman yang semula meremehkan, dengan mudah  membuka pintu ternyata sangat sulit, mula-mula budi, iwan,  akhirnya semua gagal, dan ketika iwan sedikit memaksa, si agus mengingatkan ingat aturan main,  tanpa memaksa lho,  ok..ok, saya lupa kata iwan, setelah akhir giliran, sony pun gagal, mereka  menyerah. Coba Agus sekarang kamu yang buka, kami semua menyerah…. Baik, sekarang mari kumpul dekat disini, lihat dibawah handel itu ada tombol kecil, yang rata dengan body, hanya ditekan halus, tunggu 10 detik kemudian tarik handelnya bersamaan hingga terdengar bunyi klik halus 2 x  baru pintu bisa dibuka, seperti ini.  Wah dasar orang udik kita ini, kata mereka bertiga setelah mengakui kekalahannya, sambil tertawa.

Saudaraku, dalam peristiwa ini saya mengamati bahwa ketika kita tetap mengikuti pola pikir yang lama, maka kita akan berputar-putar pada kondisi yang lama pula, dengan seribu halangan untuk menembus hal baru, putus asa dan kembali memaksa diri untuk menerima keadaan lama adalah akhir cerita.  Budi, Iwan mereka semua memiliki mobil Jepang sedangkan Sony memiliki mobil Eropa, tetapi kenapa mereka tidak berhasil, karena mereka semua masih menggunakan pola pikiran yang lama, dasar berpikir mereka menggunakan pola pikir mobil yang mereka punya, mereka lupa Ferrari mobil italia, dan dilengkapi dengan tehnologi canggih, tanpa memperbaiki pikiran lama yang kita punya, kesuksesan lama didapat, itulah cerita kegagalan karena pola pikir.

Pola pikir akan terbentuk setelah sekian lama  menempati keadaan tertentu, biasanya karena tidak ada pembanding dan indikator mengukur kemajuan, sehingga diyakini akan kebaikan dan kebenarannya.

Ada suatu cerita yang menarik, dimana proses pola pikir akan terbentuk sesaat karena kebiasaan.  Pada suatu hari ada seorang peneliti, meletakkan sebuah aquarium besar, yang diisi dengan air laut lengkap dengan ekosistemnya, aquarium itu disekat kaca transparan menjadi 2, yang satu diisi ikan barakuda yang sudah terkenal akan kecepatan dalam memburu mangsa, yang satunya diisi makanan kesukaan ikan barakuda tersebut.

Pertama-tama yang tampak terlihat ikan barakuda berenang hilir mudik siap melancarkan serangan, disisi lain, ikan makanan barakuda sangat ketakutan bergerombol menjauhi ikan barakuda tersebut karena disadari ancaman bisa datang kapan saja. Sore hari ketika ikan barakuda menjadi lapar, secepat kilat dia mengejar ikan kecil tersebut, tetapi apa yang terjadi ikan barakuda tersebut menabrak sekat kaca yang ada,  semakin kuat dia menabrak semakin sakit mulut dan kepalanya karena terbentuk sekat kaca tersebut. Keadaan ini terjadi terus menerus setelah 2 minggu, setelah itu ikan  barakuda mengurangi aktifitasnya untuk memakan ikan-ikan tersebut, karena sia-sialah segala daya upayanya, sebab kesakitan lah yang dia dapat,  setelah melihat perubahan tersebut, peneliti membuka skat kaca, sehingga ikan barakuda bisa berenang melintas batas, tetapi ikan tersebut tetap menempati sisi yang ada dan  kesimpulan sesaat yang diambil, bahwa ikan barakuda tidak lagi mengejar makanan kesukaanya hingga 3 hari kedepan, walaupun setelahnya  ikan-ikan kecil  itupun habis disantapnya, karena perubahan kembali terjadi.

            Saudaraku, ikan dan binatang lain hanya mengandalkan naluri dan rasa laparnya mereka mengikuti kedua hal tersebut dalam hidupnya, tetapi dengan penelitian tersebut ternyata naluri dan rasa laparpun bisa dibentuk dengan menekan pada kesakitan. Sebaliknya manusia selain dilengkapi naluri juga pikiran, sehingga apabila kita membiarkan pikiran kita yang lama dan terus mengikuti, kesuksesan yang didapat hanyalah sebatas lingkup pikiran yang lama saja. Ketika seorang pedagang sukses merasa sudah paling sukses di sebuah kota kecil, dia baru menyadari bahwa sepuluh besarpun tidak masuk dalam rangking  deretan orang sukses di sebuah kota yang lebih besar.  Perubahan pola pikir menghantar kita lebih maju dari orang lain yang masih memiliki pola pikir yang kuno.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s