Kesulitan Membuat Diri Sendiri Menjadi Kuat


Ketika kita melihat sebuah film laskar pelangi, beberapa waktu yang lalu, Nampak disana seorang anak dengan keterbatasan ekonomi  dengan latar belakang keluarga nelayan yang kurang beruntung,  hanya mengenyam pendidikan formal secara terbatas, sedangkan selebihnya alamlah yang mendidik mereka. Nampak terbaca secara jelas disana, bahwa kesulitan ekonomi, memaksa pribadi-pribadi anak terbentuk secara keras dan kuat, hingga garis rencana Tuhanlah yang mempertemukan mereka dengan pengusaha atau investor hingga menjadikan mereka orang sukses.

Tetapi saudara, apabila dicermati lebih dalam kesulitan merekalah yang membentuk pribadi unggulan yang membedakan dengan anak-anak lain hingga keunggulan mereka  menarik perhatian investor atau pengusaha untuk mengangkat mereka.

Seringkali kesulitan, membuat kita gerah dan geram setelah beberapa saat berusaha mengalahkan kesulitan dengan mencari jalan keluar, tetapi hasilnya nihil, bahkan kata-kata putus asa sering kali kita dengar sebagai akhir penutup sebuah peristiwa gelap.

Ada maksud dibalik peristiwa  yang dinamakan kesulitan, yang memang dihadiahkan Tuhan dalam hidup kita sebenarnya, apabila dengan tenang kita dapat menangkap maksud tersebut.  Tuhan memberikan ujian sekaligus memberikan jawaban pula dihadapan kita, yang seringkali terlewatkan kita disibukkan  dengan kesulitan tersebut, berusaha memecahkan, mencari jalan keluar dengan memeras otak kita yang sifatnya terbatas, jalan keluar memang didapat tetapi hasilnya adalah versi otak kita yang terbatas.

 Saudaraku lihatlah ilmu air, dia akan terus mencari jalan keluarnya apabila ada halangan membatasi alirannya. Air tidak akan menyerah atau berhenti apabila alirannya cukup,  aliran air akan berusaha mencari jalan keluar kesisi kanan, sisi kiri, sisi bawah hingga ke sisi atas sekalipun, dia  akan meluap keluar untuk melewati halangan tersebut. 

Proses mencari  jalan keluar tersebut secara tidak sadar mendidik diri kita lebih kreatif, lebih inovatif dan tentu saja lebih tahan terhadap tekanan, bukannya untuk membentuk kesuksesan diperlukan bahan atau komponen tersebut.

Ada sebuah kejadian yang menarik yang sudah sering kita lihat, tentang kupu-kupu dan kepompong.  Kupu-kupu adalah serangga yang sangat istimewa, dia mengalami 3 perubahan didalam hidupnya, sekaligus 2 kali tantangan yang harus dihadapi sebelum menjadi kupu-kupu indah yang dapat terbang. Pertama dalam bentuk telur, setelah organ embrio dirasa kuat, dia akan berusaha memecahkan selaput yang membungkus kulit telur untuk  menetas membentuk ulat, dari bentuk ulat setelah menjadi dewasa, akan membungkus diri dengan kuat menjadi kepompong, dan setelah organ embrio kupu-kupu kuat akan menembus kepompong untuk menjadi kupu-kupu,  proses itu semua tentu saja ada alasan yang kuat.  Pernah suatu ketika pada waktu kecil saya bersama teman sepermainan melihat  bayi kupu berusaha keluar dari kepompongnya, teman sepermainan saya membantu untuk membelah kepompong dengan maksud mempermudah bayi kupu untuk keluar, tetapi ternyata hasilnya  kupu-kupu yang terlahir menjadi lemah beberapa saat, sehingga menjadi kesulitan untuk terbang beberapa waktu lamanya, nampaknya pada saat menerobos kulit kepompong membuat otot-otot bayi kupu-kupu menjadi kuat.

Nampaknya itulah maksud dari semua kesulitan yang Tuhan berikan kepada kita. Didalam dunia usaha, halangan atau kesulitan dapat dipastikan akan hadir tanpa bisa diprediksikan dengan tepat , memang selalu dianjurkan untuk melakukan studi kelayakan, membuat perencanaan yang matang, untuk mengurangi resiko, tetapi ada kalanya kesulitan yang tidak terduga akan muncul baik pada saat memulai usaha, pertengahan atau akhir, dan sering juga kita dengar banyak perusahaan yang sudah berdiri tahunan jatuh dan tutup karena tidak tahan akan kesulitan yang tidak terduga tersebut hanya karena faktor pengambilan keputusan yang salah karena panik, akibat tidak mengerti arti kesulitan secara mendasar, ada baiknya apabila kita sudah mengerti arti sesungguhnya dari kesulitan, persiapan diri sendiri jauh lebih berharga apabila tiba waktu kita mengalaminya.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s