Kesuksesan Dimulai dari Pengembangan Tanggung Jawab


 Ketika bangun pagi hari, selalu rumah saya di hiasi dengan irama yang menarik untuk diikuti, istri saya selalu memberikan komando kepada anak-anak supaya cepat mandi, sarapan dan berangkat ke sekolah, agar tidak terlambat.  Belum lagi terjadi penegasan komando kepada anak-anak yang sedikit manja atau malas-malasan, mungkin karena tidur terlalu larut hingga pagi hari bangun sedikit malas.  Ya mereka semua masih duduk di kelas sekolah dasar.   Ketika malam tiba, apalagi ada tugas rumah atau besok ada jadwal ulangan, maka komando-komando tersebut akan terdengar lagi seperti iraman yang indah apabila dipahami maksud dibaiknya. 

Saudaraku, kita mungkin pernah mengalami peristiwa tersebut ketika anak-anak kita masih kecil, tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk menanamkan atau mendidik mereka untuk memiliki tanggung jawab sesuai dengan usia mereka,  hasil dari jerih payah kita dapat kita amati pada saat ini adalah perubahan prilaku dari anak-anak kita. 

Saya sangat setuju, bahwa nilai kelas bagus tidak selalu identik dengan adanya tanggung jawab, untuk anak usia sekolah dasar. Sebab kerap kali kita lihat bahwa orangtuapun ikut bersekolah. Kadang-kadang karena keinginan nilai bagus, masuk rangking kelas orang tua memaksa anak untuk belajar dengan keras, atau tugas-tugas dikerjakan oleh orang tuanya. Tetapi yang dimaksud dari sekolah tentu saja adalah pelajaran yang menumbuhkan seorang  anak kearah tanggung jawab diri sendiri.

Ketika anak-anak diajarkan pendidikan tanggung jawab, dapat dipastikan hasil yang didapat dari angka-angka tidak seperti yang diharapkan orang tuanya pada awalnya.  Tetapi ketika  tanggung  jawab itu melekat didalam dirinya maka, saya yakin nilai yang didapat tidak kalah dengan yang lainnya, terlepas IQ yang dimiliki seorang anak. Tetapi yang lebih penting bukan nilai kelas,  tetapi kesuksesan hidup dikemudian hari bukan ! Jadi silahkan saudara memilih, pendidikan dengan cara mana yang akan digunakan, instant tetapi diragukan, atau lambat tetapi pasti.

Demikian juga dengan dunia usaha, Pertama-tama yang harus  kita kembangkan adalah rasa tanggung jawab didalam diri kita sendiri.  Ketika kita duduk dibagian pembelian pada sebuah perusahaan plastik  misalnya,  barang yang dibutuhkan sudah kita order dan sudah kita dapatkan dari supplier, tetapi ketika pihak supplier meminta piutangnya kepada kita, diinformasikan silahkan menagih ke bagian pembayaran, dibayar atau tidak, cepat atau lambat silahkan berhubungan dengan bagian pembayaran, saya tidak mau tau, bukannya kita melemparkan tanggung jawab diri sendiri.

Ketika kita melatih dan mengembangkan rasa tanggung jawab pada diri sendiri, akan kita rasakan begitu bahagiannya kita, karena begitu besar kepercayaan yang diberikan kepada kita, keadaan ini yang sedikit banyak kita harus tularkan didalam system managerial usaha.

 Bagi karyawan kita yang sudah terbiasa dengan tanggung jawab yang ditanamkan sejak awal, akan dengan mudah dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan hasil yang baik. Kesadaran bahwa  karyawan yang baru dikenalkan akan hal tersebut, akan sedikit menyita waktu,  sehingga perlu ditanamkan sejak dini, dengan tujuan jangka panjang.

Beberapa Type karyawan berdasarkan tanggung jawab dapat dikategorikan dengan type karyawan :

 

1.       Kayu Mati                                       45%

2.      Kuda Tunggangan                          25%

3.      Problem anak-anak                       25%

4.      Start.                                                5%

 

Skema gambar

 

 

 

 

 

5% dari karyawan adalah Start atau bintang, mereka lebih cenderung dapat mengembangkan diri sendiri, hanya sedikit arahan dan petunjuk sudah dapat berjalan dengan hasil baik.

Type karyawan seperti ini, sangat sensitif apabila ada masalah ada baiknya hanya diajak dialog, dengan sedikit arahan dan petunjuk jalan keluar semua sudah dapat dimengerti. Dan walaupun hanya 5% biasanya dapat menyumbangkan hasil 50% dari 100%.  Sangat perlu diberikan kepercayaan dan penghargaan untuk type karyawan seperti ini.

            25% dari karyawan adalah problem child, atau kekanak-kanakan sifatnya, mereka masih harus dibimbing, diarahkan, dan senantiasa diawasi, seperti sifat anak-anak, pengembangan rasa tanggung jawab masih sangat diperlukan, tetapi mereka masih dapat bekerja dengan baik, apabila arahan dan bimbingan intensif diberikan kepada mereka. Bagi pihak management karena sudah mengerti katerory type karyawan tersebut, maka hendaknya menindaklanjuti dengan arahan yang berkelanjutan.

            25%  dari karyawan adalah Kuda Beban, memperhatikan symbol kuda beban, type karyawan ini sifatnya seperti kuda beban, bekerja seperti kuda beban, instruksi dijalankan walaupun ada lubang didepan instruksi akan terus dijalankan  walaupun ada lubang akan ditabrak juga, patuh dan taat karena hanya menjalankan instruksi tanpa kreativitas, Biasanya tipe karyawan tersebut tanggung jawab yang dimiliki sebatas arahan pekerjaan yang diberikan. Karyawan type ini masih dapat dikembangkan dengan baik, dengan memberikan arahan dan petunjuk yang detail, serta diberikan pengawasan yang terus-menerus, instruksi hendaknya di konfirmasi kembali kepada yang bersangkutan agar tidak terjadi salah persepsi penerimaan. Bagi pihak management karena sudah mengerti kategori type karyawan tersebut, maka hendaknya menindaklanjuti dengan arahan yang berkelanjutan.

            45% dari karyawan adalah Kayu Mati, dengan symbol kayu mati maka tanggung jawab yang diberikan apapun sulit untuk dikerjakan dengan baik, kayu mati hanya bisa dipotong dikeringkan dan dijadikan kayu bakar, jalan satu-satunya adalah mengganti karyawan tersebut dengan yang lebih baik, karena karyawan type tersebut biasanya menjadi provokator, menjadi ulat didalam tubuh, senang mengadu domba, pikirannya hanya menuntut untuk dirinya sendiri saja, sama sekali tidak ada pikiran untuk memberikan atau mengembangkan perusahaan yang terbaik. Bagi management sangat perlu untuk memberikan perhatian lebih dan segera mengambil tindakan nyata sebelum banyak masalah akan timbul.

            Pengembangan tanggung jawab, harus dimulai sejak dari lahir, agar pribadi manusia semakin terbentuk dari hari ke hari, pembentukan pribadi seperti meneteskan air ke media tanaman, sedikit demi sedikit, sehingga mampu diserap dengan baik, walaupun hasilnya tidak cepat dirasakan, dengan terbentuknya tanggung jawab berarti kita sudah memberikan modal awal kepada anak-anak kita untuk menjadi sukses, karena kesuksesan dimulai dari berkembangnya tanggung jawab  diri sendiri.

            Ada sebuah kisah menarik yang dapat disimak tentang cerita pakis dan bambo.

Suatu hari, ada seorang pemuda yang sedang putus asa, karena kesulitan hidupnya, usaha berkali-kali tetapi tidak pernah bisa berhasil, demikian juga didalam kehidupan rumah tangganya walaupun sudah berusaha dengan baik, masih ditinggal istrinya bersama perempuan lainnya. Karena masalah yang dialami begitu berat menurut pemuda tersebut, akhirnya pemuda tersebut berniat untuk mengakhiri hidupnya. Saya akan  pergi ke hutan lebat dan mencari jurang yang dalam selanjutnya akan terjun ke jurang tersebut sehingga kepalanya pecah terantuk batu, dan berakhirlah sudah masalah ini, ini yang direncanakan didalam pikiran pemuda tersebut.

            Setelah hari yang direncanakan tiba, pemuda itu berangkat seorang diri dan masuk kedalam hutan yang dikenal angker, dengan jurang yang sangat dalam ada didalamnya. Ketika tiba di bibir jurang lama pemuda itu berdiam diri, lalu berkata ya Tuhan, tolong saya diberikan satu alasan saja supaya saya urungkan niat saya ini.

            Teriakan pemuda itu menggema di sekitar bukit-bukit yang mengelilingi jurang tersebut, lama pemuda itu mencari jawaban, tetapi hanya suara pucuk pinus yang tersapu angin. Kali kedua pemuda itu berteriak, tetapi tetap hanya jawaban suara pucuk pinus yang tersapu angin, akhirnya pemuda itu berteriak dengan sekuat tenaga, Tuhan Tolong saya,  berikan satu alasan agar saya urungkan niat ini.

Karena pemuda itu sudah bertekad apabila masih tidak ada jawaban maka segera dia meloncat. Ketika akan meloncat, didalam dirinya muncul suara hati yang semakin kuat, nampaknya Tuhan berbicara didalam hati pemuda tersebut, Hei.. anakku lihatlah tanaman pakis dan pohon bambo didekat kakimu… suara itu lembut dan tenang hingga membuat pemuda tersebut luluh duduk bersimpuh karenanya. Tak berapa lama suara itu semakin nyata terdengar, suara itu memberikan penjelasan yang indah dengan penuh makna. Pohon pakis dan bambo itu tumbuh berdampingan dengan baik dan indah menghiasi kebunKu.  Suara itu pun berlanjut mengkisahkan, bahwa pakis dan bamboo ditanam oleh orang kira-kira 10 tahun yang lalu, secara bersamaan, pada tahun pertama pakis tumbuh dengan subur dengan daun yang lebat, tetapi bambo sedikitpun tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, pada tahun kedua, tanaman pakis semakin beranak pinak, tumbuh menyemak dengan sangat subur, tetapi tanaman bambo, juga belum menunjukkan perkembangan yang baik, hanya sedikit hijau diujung daunya, pada tahun ketiga pakis sudah membentuk koloni semak yang mendominasi jurang tersebut, tetapi bambo baru menunjukkan tunas setinggi 1 meter saja, pada tahun keempat pakis tetap pada posisinya koloninya hanya semakin padat, tetapi bambo sudah mencapai 10 meter tingginya dan sekarang engkau dapat melihat tanaman bambo tersebut sudah setinggi 30 meter dengan rumput yang kokoh dan kuat.

            Mendengar kisah tersebut, sadarlah pemuda yang putus asa dan dengan tekad bulat untuk memulai lembaran baru, dia kemudian kembali ke rumahnya.

            Saudaraku, tumbuhnya tanggung jawab seperti halnya pakis dan bambo tersebut, kadang kala keinginan manusiawi kita menghendaki hasil nyata secara cepat, seperti seorang menebar biji rumput, malam ditebar pagi sudah berkecambah, tetapi harus dimulai dari dasar dulu yang kadang tidak terlihat dari atas. Tanaman bambo pada awal tahun  saat ditanam akan membentuk akar dan bonggol didalam tanah, karena akar yang kuat dapat menopang tingginya batang yang akan tumbuh.

Kisah tersebut menyadarkan pemuda bahwa berusaha dengan baik, dengan mengembangkan rasa tanggung jawab tidak secepat menanam pakis, kadang kala prinsip tanaman bambo jauh lebih baik dalam mengembangkan usaha, akar harus dibuat kuat, pondasi harus kokoh untuk menopang pertumbuhan perusahan dikemudian hari.

This entry was posted in Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s