Halangan Utama Kesuksesan Adalah Putus Asa


             Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa yang membedakan orang sukses didalam Tuhan dan tidak adalah, orang sukses selalu sadar untuk melakukan tindakan :

1.       Yang penuh Iman dan Kasih Tuhan.

2.      Mampu merubah pola pikir lebih dulu

3.      Mampu mengembangkan tanggung jawab

4.      Mampu menghargai orang lain spt dirinya sendiri

5.      Mampu mengendalikan emosi

6.      Mampu mengembangkan pikiran  luas

7.       Mampu beradaptasi dengan mengendalikan zona nyaman

8.      Mampu menyusun strategi yang tepat

9.      Mampu mengendalikan diri dan senantiasa berpikir tenang

10.   Mampu melihat kesempatan walaupun datangnya sesaat

11.    Mampu menangkap kesulitan sebagai bahan pelajaran

12.   Berani mengambil keputusan dengan segala resikonya

13.   Tekun dan Ulet

14.   Bekerja dengan sekeras-kerasnya dan sebaik-baiknya

15.   Senantiasa bercermin dari hasil tindakan yang dilakukan

16.   Dan seterusnya.

 

Tetapi hanya satu tantangan utama yang harus dihindari apabila kita ingin sukses adalah sifat mudah putus asa,  Didalam kitab-kitab suci berbagai agama dan kepercayaan yang paling dicerca dan dibenci adalah tindakan  seseorang  yang mudah putus asa, apalagi menghilangkan nyawa dengan membunuh diri sendiri karena putus asa.  

Pernah suatu ketika, didekat rumah saya digemparkan sebuah peristiwa, seorang ibu mudah mengakhiri hidup dan 3 putrinya yang masih anak-anak dan satu bayi dengan racun serangga, hanya karena kesulitan ekonomi setelah ditinggal suaminya selingkuh dengan perempuan lain, suatu tindakan yang dikutuk oleh gereja.  Banyak orang mengatakan bahwa ibu tersebut sudah gelap mata, seolah-olah sudah tidak ada jalan lain di kehidupan duniawi, dan yang paling gelap adalah ibu tersebut tidak mau kehilangan anak-anaknya, tidak mau anaknya hidup terlantar didunia itu sepeninggalnya, sehingga ikut diajak serta ke liang kubur.

Saudaraku apabila  merefleksikan kembali peristiwa lalu, dimana Tuhan mengampuni penjahat disisi kanannya, mengampuni Maria Magdalena, karena mereka semua masih memiliki semangat kearah perbaikan dan bertobat dengan sungguh-sungguh,  Sedangkan Yudas Eskariot mati sia-sia, tanpa ada cerita berlanjut karena mengembangkan perasaan putus asa.  Ternyata semua tersebut tidak ada satupun yang berakhir dengan baik.

            Saudaraku untuk menghindari sifat mudah  putus asa dalam berusaha yang perlu kita sadari adalah  bahwa di dalam berusaha untuk mandiri selalu ada tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan,  dan hasil akhir dari semua peristiwa tersebut adalah pasti ada jawaban, atau jalan keluar, walaupun tidak selalu jawaban tersebut menyenangkan dimata kita.  Dengan kesadaran akan hal tersebut maka proteksi  untuk sifat mudah putus asa akan terbentuk sejak dini. Mengapa perasaan putus asa, sering kali timbul dalam diri kita, karena sering kali kita lupa bahwa setiap peristiwa selalu ada awal dan akhir, sering kali  kita memposisikan diri dengan mendalami sepenggal saja dari suatu peristiwa karena perasaan menyenangkan, nikmat sesaat yang kita inginkan, sehingga hasil akhir yang didapat adalah keputus asaan, seperti halnya sebuah pejalan kaki yang menemui jalan  yang terputus oleh jurang yang lebar dan dalam, mau kembali sudah terlalu jauh, mau melanjutkan tidak ada jalan lagi, akhirnya duduk menyerah mati sia-sia.

            Apabila saat kita sedang mengembangkan usaha dan kita mengalami hambatan atau halangan, bila disadari lebih dalam maka akan terlihat materi pendidikan yang sebenarnya didalam hambatan dan halangan tersebut, supaya kita menjadi matang dalam mengembangkan usaha yang sedang ditekuni. Supaya kita jadi pemenang didalam usaha kita, paling tidak menjadi pemenang didalam diri kita sendiri.

            Bahwa sangat perlu disadari tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan tersebut membuat kita semakin kuat, dan itu bukan hukuman akhir,  Ada maksud dibalik segala peristiwa yang dialami.

            Didalam sebuah pertemuan pernah saya ikuti terlontar sebuah materi mengapa manusia bisa putus asa.  Ada yang menjawab karena tidak ada teman yang mampu memberi masukan, ada yang menjawab karena kurang memiliki  sudut pandangan yang luas,  dan ada yang menjawab kurang bisa berpikir kreatif. Saudaraku  jawaban dari sahabat didalam pertemuan tersebut semuanya benar. Hanya saja saya lebih tertarik dengan jawaban kurang bisa berpikir kreatif. Didalam pengalaman saya waktu mengamati anak-anak yang banyak bergaul dengan alam, dan banyak bergelut dengan kesulitan, ternyata mereka lebih unggul dalam kreatifitas. Dan Setelah saya amati lebih dalam di dalam proses produksi yang disebut kesulitan didapat hasil akhir berupa kekuatan.

                

Putus Asa Sama degan

Kematian yang Sia-sia

 

This entry was posted in Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s