Hal Mengenal Diri Sendiri (Amsal 27. 1-27)


Janganlah memuji diri sendiri karena esok hari, karena engkau tidak tahu  apa yang terjadi hari itu, Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kau kenal dan bukan bibirmu sendiri. Batu adalah berat dan pasirpun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh. Panas hati, kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu? Lebih baik teguran yang nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah, orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang lapar segala yang pahit dirasakan manis. Seperti burung yang lari dari sarangnya, demikian juga orang lari dari kediamannya. Minyak dan wangi-wangian menyukakan hati,  tetapi penderitaan merobek jiwa.  Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka. Siapa yang pagi-pagi memberi selamat dengan suara nyaring, hal itu akan dianggap kutuk baginya. Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Siapa menjaga pohon ara akan memakan buahnya, tetapi siapa yang menjaga tuannya akan dihormati. Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu sendiri.

This entry was posted in Doa & Pujian Antar Waktu and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s