Belajar Dari Panca Indra


             Kita lahir dengan 2 mata didepan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat kebelakang,  kita dilahirkan dengan 2 buah telingga di kanan kiri supaya kita bisa mendengarkan dari 2 buah sisi untuk mengumpulkan pujian, dan menilai benar atau salah,  karena apa yang kita dengar belum tentu benar, kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita, karena semiskin apapun kita tetap kaya, karena tidak ada satupun orang yang dapat mencuri otak dan pikiran kita. Apa yang kita pikirkan jauh lebih berharga dari emas dan perhiasan. Kita lahir dengan 2 mata, 2 telingga tetapi kita cuma diberi 1 mulut artinya kita harus bisa mendengar 2 x lebih banyak daripada bicara, berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan, karena ucapan seringkali menyakitkan dan sangat sulit ditarik kembali. Kita lahir dengan satu hati jauh didalam tulang iga kita, mengingatkan akan penghargaan dan pemberian kasih, diharapkan berasal dari dalam hati yang paling dalam, dapat menikmati betapa dalam kita dicintai. Berilah kasih tanpa meminta balasan, dan kita akan menemukan arti kasih yang jauh lebih indah, sebab semua sudah diatur olehNya.

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s