Arti Godaan


Pada suatu sore, ketika Raja Daud duduk diatas bale-bale di lantai atas istananya, tampak suatu pemandangan indah yang mengelilingi bangunan istananya, tetapi ada satu pemandangan yang sangat menarik dari lainnya, seorang perempuan yang elok parasnya dan indah tubuhnya sedang mandi di tepi sungai, perempuan Betsyeda adalah istri dari komandan pasukan yang sangat setia kepada kerajaan.

Godaan dari diri Raja Daud, ditindak lanjuti dengan mengatur strategi untuk menyingkirkan suami Betsyeda, hingga seolah-olah mati di medan tempur, untuk selajutnya mengambil  Betsyeda sebagai istrinya,  Raja Daud menuruti godaan yang dibuat oleh dirinya sendiri, tanpa niat untuk menolaknya, walaupun dia sadar mampu melaksanakannya,  ada banyak wanita yang lebih cantik, lebih indah tubuhnya di antara istri-istrinya, tetapi tetap  memberi kesempatan godaaan itu berkembang  sama dengan memberi kesempatan dosa dimeteraikan dan kehancuran adalah konsekwensinya. Senantiasa sadar dan waspada akan mampu mentahirkan segala godaan yang dikembangkan oleh kenikmatan duniawi yang berasal dari diri sendiri.   Godaan apabila ditindak lanjuti adalah dosa dan dosa apabila dibuahi adalah maut.

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s