Arti Cinta Yang Sesungguhnya


Alkisah hiduplah seorang raja yang bijaksana dan pandai dalam ilmu pengetahuan, maupun strategi perang, tak heran jika wilayah kekuasaanya terbentang sangat luas, didalam perjalanan kunjungannya sang raja jatuh cinta kepada seorang gadis putri dari budaknya, lalu diboyonglah sang gadis untuk hidup di istana dan hendak dijadikan permaisuri raja.  Tetapi 3 bulan berlalu sang gadis jatuh sakit, mula-mula ringan hingga akhirnya semakin parah karena banyak tabib terbaik di kerajaan tidak dapat mengobati sakitnya, hingga akhirnya gadis tersebut mendekati kondisi hidup dan mati.

Karena cintanya, sang raja mengadakan sayembara barang siapa yang bisa menyembuhkannya, akan diberikan hadiah apapun syaratnya. Banyak tabib diluar kota yang tidak berani mengajukan diri, sebab mereka mendengar bahwa tabib terbaik dikerajaanpun sudah gagal menyembuhkannya.  Beberapa hari berselang munculan seorang pemuda yang bekerja sebagai pengembala ternak hendak mengajukan diri untuk mengobati sakit  sang gadis,  karena banyak tabib yang gagal sang rajapun memberikan kesempatan kepada pemuda tersebut untuk mencobanya, lalu pemuda itu memohon agar diberikan kesempatan berdua saja, pemuda itu mendengar dengan seksama bisikan lemah sang gadis, dan dengan penuh keyakinan menghadap raja untuk melaporkan hasil diagnose dan obat yang akan digunakannya.

Silahkan hai pemuda, katakan apa obatnya.  Baik yang mulia sahut pemuda tersebut, tetapi obat ini akan menyakitkan, bahkan sangat menyakitkan untuk yang mulia, kata pemuda tersebut dengan hormat.

Silahkan, demi kesembuhan calon istrinya saya akan kabulkan semua permintaanmu. Yang mulia, gadis ini jatuh cinta pada salah satu budak tuanku raja, ijinkanlah gadis ini kawin dengannya niscaya dia akan sembuh.  Raja yang malang, sudah terlanjur mencintainya, dia tidak bersedia melepaskannya,  tidak menginginkan gadis tersebut mati. Waspadalah oleh cinta, karena apabila engkau terperangkap olehnya, cinta itu menjadi kematian bagimu. Pengorbanan adalah arti cinta sejati yang sesungguhnya.

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s