Sebuah boneka garam berjalan beribu-ribu kilometer menjelajahi daratan akhirnya ia tiba di tepi laut. Ia amat terpesona oleh pemandangan baru, masa yang bergerak-gerak. Berbeda dengan segala-sesuatu yang pernah ia lihat sebelumnya.   Siapakah engkau? Tanya boneka garam kepada laut.  Sambil tersenyum laut menjawab, masuklah dan lihatlah. Maka boneka garam itu menceburkan diri kelaut. Semakin jauh ia masuk ke dalam laut, ia semakin larut, sampai hanya tinggal segumpal kecil saja. Sebelum gumpalan kecil itu larut, boneka itu berteriak bahagia, sekarang aku tau siapa aku. Untuk mengenal, mengerti dan memahami kita harus larut dan menjadi satu

This entry was posted in Renungan: Sejenak Berhenti Untuk Minum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s