Zona Nyaman Berkadar 5% dari 95% Hanya Karena Kesadaran Hidup


Sejak jaman Prasejarah manusia selalu cenderung hidup dalam kelompok, kemungkinan adalah ada rasa aman dalam kelompok, ada kewajiban saling melindungi, adanya kemudahan karena bisa berbagi tugas antar anggota kelompok, dan seterusnya.  Apabila kita cermati lebih dalam didalam suatu kelompok atau Komunitas, akan timbul garis batasan, wilayah atau disebut juga zona yang melingkupi kehidupan manusia di dalam anggota kelompok tersebut,  zona itu belangkangan sering dibahas sebagai zona nyaman.  Ketika kita menempati rumah baru, pindah dari satu daerah atau kota, suasana lingkungan rumah baru kita kadarnya adalah  asing, beberapa waktu kemudian, menurun menjadi sedikit asing, selanjutnya kadarnya menjadi mulai kerasan dan nyaman akhirnya, ketika kita diajak pindah maka kita mati-matian mempertahankan rumah tersebut.

Keadaan ini pernah saya alami ketika masih bertugas di Perbankan dimana setiap 3 tahun bertugas di suatu wilayah harus ber putar atau mutasi untuk ditugaskan ketempat lain, rasanya ada yang hilang di tempat lama saat kita berpindah, memang ada yang hilang bukan barang tetapi ada kesan yang mendalam ketika saya menempati rumah tersebut beberapa waktu lamanya, ada kesan yang melekat dan tidak dapat saya bawah serta.

Kondisi yang saya alami tersebut kemungkinan besar juga dialami oleh setiap orang, oleh karenanya ada seorang psikolog yang mengatakan bahwa ada kecenderungan setiap manusia selalu mempertahankan untuk tidak keluar dari zona nyaman tersebut.

Keadaan ini semakin kuat tendensinya apabila semakin bertambah usia seorang pribadi manusia tersebut. Jawaban yang mungkin adalah karena sudah sangat lelah dan capek untuk  beradaptasi kembali, menggali dan menciptakan lingkungan yang nyaman tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, perlu waktu dan tenaga serta pengorbanan yang cukup besar.

Didalam pekerjaan kita, pertahanan zona nyaman seorang pribadi manusia memang akan terus melekat,  dan akan menjadi arus yang kuat ketika zona nyaman tersebut sudah terbentuk, setelah beberapa waktu, Tetapi pada saat sedang beradaptasi itulah saat-saatnya seorang pribadi manusia mengalami kelemahan, atau krisis, sama persis ketika kupu-kupu baru keluar dari kepompongnya, dia lemah untuk beberapa saat.

Seseorang akan keluar dari zona nyamannya, apabila terpaksa, dipaksa atau berani untuk keluar atas kemauan sendiri, karena kesadaran. Apabila karena  kesadaran sekali dia mencoba maka ketika kali ke dua dia akan terbiasa, dan kali ke ketiga  dia akan menjadi biasa.  Lain halnya dengan terpaksa atau dipaksa, akan timbul dampak negatif dikemudian hari, karena ada kesan yang tertinggal di zona sebelumnya.

Didalam dunia usaha, sama persis dengan apa yang melekat dalam sifat manusia, sehingga keputusan untuk keluar dari zona nyaman tersebut apabila sudah diperhitungkan dengan matang adalah kunci utama dalam kesuksesan.   Bukannya 1000 langkah dimulai dari 1 langkah  perubahan?

Seringkali kita berpikir sangat lama untuk berani mengambil kesempatan, sehingga saat selesai berpikir, maka kesempatan itu sudah lewat begitu saja.  Untuk keluar dari zona nyaman tersebut sangat sulit dilakukan, karena perasaan didalam sudah enak, aman, tentram dan hangat,  sering kali ucapan kita didalam hati terlontar ah…buang-buang waktu saja,  hasil sudah jelas didepan mata…kog berani untuk mengambil resiko yang lainnya.  kita sudah jalankan system ini puluhan tahun dan sudah tau persis hasilnya untuk apa dirubah atau diperbaiki lagi, dan seterusnya – dan seterusnya.

Saudaraku ketika bayi dilahirkan, pasti menangis secara insting, atau kalau tidak menangis dibuat menangis supaya paru-paru berkembang menarik oksigen masuk. Tetapi apabila kita melihat lebih dalam bahwa  timbul adanya perubahan eksternal yang dirasakan bayi tersebut, semula ada perasaan aman menyatu di dalam perut ibunya, kemudian harus keluar untuk berdiri sendiri, dan ketika bayi sudah berkembang kemudian menjadi dewasa dan tua, bayi yang menjadi tua tersebut  menjadi  sangat takut untuk kembali ke asalnya, itulah zona nyaman didalam diri seorang manusia.

Siklus ini, apabila kita telaah lebih dalam sehingga menimbulkan pengertian hidup dan dari pengertian hidup menciptakan kesadaran hidup, maka setelah sadar kita akan memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah hidup.

Seorang yang dengan baik memiliki kesadaran hidup maka dengan mudahnya mengatur dirinya untuk dapat beradaptasi, mampu keluar dan masuk, mampu meninggalkan zona nyaman yang lama dan membentuk zona nyaman yang baru, tanpa ada beban yang melekat dalam jiwanya, tanpa ada kesan kehilangan atau memberatkan sesuatu yang lama.

Seorang pribadi manusia akan mampu mengambil setiap peluang, yang sudah diperhitungkan tanpa terbeban masalah yang ditimbulkannya, hingga saatnya apabila seorang pribadi manusia dipanggil pulang diapun tanpa terbeban segera memenuhi panggilan tersebut, maka semakin tinggi kesadaran hidup tersebut maka semakin rendah kadar zona nyaman yang melingkupi dirinya.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s