Strategi Mempercepat Pencapaian Tujuan


Ketika saya memberikan pengarahan pagi, pada temen-teman marketing  di perusahaan yang pernah saya pimpin. Ada salah satu peserta pencerahan pagi tersebut menanyakan, pak… bagaimana cara yang paling tepat untuk mencapai suatu tujuan secara cepat dan tepat, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga. Wah…suatu pertanyaan bagus tapi sulit dijawab pikir saya dalam hati….lama saya berpikir untuk menjawab dengan memberikan gambaran yang jelas, Tetapi tiba-tiba terlintas dalam pikiran akan arah matahari dan pantai, dan segera saya sambut pertanyaan tersebut, dengan jawaban.

Saudaraku team marketing, ada kalanya kita dipenuhi oleh semangat yang besar, seperti sebuah mobil F1, yang full power siap di tancap gasnya untuk bisa mengejar atau meninggalkan pesaingnya, dan modal awal itulah yang diinginkan oleh sebuah perusahaan untuk semua karyawannya, tetapi semangat tersebut akan terus, terus dan terus berkurang setelah berjalan beberapa waktu tanpa ada hasil, seperti baterei yang sudah habis isinya, dan perlu di-charge kembali, kita seolah-olah berjalan di tengah padang pasir tak tau arah mana yang diambil untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, hingga hasil akhir adalah  menyerah dan keluar.

Yang harus ditetapkan adalah menyusun strategi pencapaian tersebut, selagi tenaga masih utuh,  merencanakan dengan membuat target-target kecil dan berusaha untuk mencapai target-target tersebut secara harian, sama seeperti pembalap F1, perlu masuk ke pit stop untuk melakukan pengisian bahan bakar dan penggantian ban, pencapaian target kecil adalah sama halnya dengan pitstop tersebut. Maka saudaraku ketika kita konsisten bekerja akan terkejutlah kita bahwa ternyata kita sudah mencapai hasil luar biasa, kita sudah jalan jauh dan hasil yang ada sudah menumpuk dibelakang.

Ketika kita menetapkan tujuan kearah pantai, dan saat ini kita berdiri di tengah kota Surabaya misalnya, yang harus diketahui  pertama adalah pantai tersebut berada di mana, berapa jauh dan bagaimana jalan menuju kesana, serta hambatan apa saja yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.  Adalah sangat mubasyir apabila kita ingin ke pantai tetapi ternyata arah yang diambil justru menjauhi pantai, dan ketika sadar bahwa jalan yang telah diambil salah, maka waktu dan tenaga serta biaya menjadi berlipat-lipat untuk kembali menyusun arah tujuan yang benar, dan apabila masih ada waktu,  bagaimana  seandainya  waktu yang diberikan terbatas ?

Ketika seorang senior tenaga penjual, sebuah perusahaan spare part mesin mengajak juniornya untuk menjual dengan cara door to door tanpa janji , ada kisah menarik yang bukan kebetulan, yang dapat kita pelajari, Diceritakan bahwa didalam perjalannya, diajaklah si junior mencari prospek, dengan melewati jalan tanah, serta dikanan-kirinya jalan yang dilewati masih banyak tambak-tambak dan tanaman hutan, naik turun bukit, dengan arah semakin meninggalkan kota, beberapa saat perjalanan si junior tersebut menanyakan kepada seniornya, kita mau kemana pak, apa tidak salah arah, sebab kita sama-sama tidak mengenal daerah ini kemana tujuan kita sebenarnya ?  si junior nampaknya sudah tidak tahan, didalam hatinya mau dibawah kemana,  kita kan menjual spare part mesin, dan bukan sedang memancing ikan di tambak, pikir junior didalam hatinya.

Beberapa saat setelah si junior melontarkan pertanyaan tersebut, si senior menghentikan mobilnya, memang benar apa yang kamu perkirakan, kita sama-sama tidak tau jalan, tetapi saya yakin bahwa ada pabrik besar diakhir dari perjalanan ini.  Bagaimana Bapak yakin, balas si junior menjawab.  Coba kamu amati apa yang saya ikuti dari tadi, hingga kita melewati jalan jalan dengan lingkungan tambak, dan pohon-pohon hutan,  ya pak…. Ada yang menarik memang, yaitu sebuah kabel listrik tegangan tinggi, yang memang disetting untuk support pabrik besar.  Kamu cukup jeli jawab seniornya, mari kita lanjutkan perjalanan ini.

Memang benar setelah menyeberangi jembatan kecil 3 km dari tempat mereka bicara, berdiri bangunan pabrik besar yang baru beroperasi,  pemilihan lokasi pabrik berdasarkan study kelayakan yang akurat, dan bukan asal saja, mengharuskan memilih tempat terpencil tentu ada alasan yang mendukung, dan kehadiran mereka disana disambut sangat baik, karena jarang ada tenaga pemasaran yang menjajahkan barangnya ke lokasi tersebut,  kecermatan, ketekunan dan strategy yang ditanamkan sejak awal membuahkan hasil yang berlimpah.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s