Perencanaan Hidup Seorang Manusia


Kira-kira 3 bulan yang lalu saya diajak sahabat sebut saja Dr. JM Gunawan  untuk  ke  Surabaya  sekaligus  menenggok  anak  dari  teman  Dr. JM Gunawan yang sudah lama sekali tidak jumpa sebut saja namanya Olivia. Memang selain menengok Olivia kita juga memiliki agenda lain, ke Surabaya jadi sekalian saja.

Karena Olivia segera akan melahirkan di RS Darmo Surabaya. Dan menurut perhitungan sore hari ini akan melahirkan, maka pagi-pagi kami berangkat dari Malang,  agar jadwal semua terpenuhi, dan  tidak terganggu oleh kemacetan di kota Porong yang belakangan tergenang banjir, maka kami berangkat pagi-pagi.   Sesampai di POM bensin Pandaan, kami berhenti sejenak untuk ke toilet dan mengisi bensin,  dan setelahnya  mobil berjalan kembali kearah Surabaya, tiba-tiba Dr JM. Gunawan menceritakan kepada saya bahwa sewaktu di POM tadi dia mendapat bisikan selintas, dari hatinya bahwa nama anak yang akan dilahirkan adalah Helena, saya tidak percaya dan coba mengodanya bahwa dia sudah tau rencana pemberian nama anak tersebut, Dr. JM Gunawan adalah orang yang sungguh-sungguh, setia dan taat akan Tuhan, memang dia setia akan Tuhan, jadi saya tau persis yang dia katakan adalah sebenarnya. Belum lagi dia sudah lama sekali tidak berhubungan komunikasi, sehingga alasan yang disampaikan bisa diterima.

Memang benar setelah waktunya tiba, Olivia melahikan bayi mungil perempuan yang sangat cantik, saya menanyakan apa sudah diberikan nama, belum jawabnya,  kemudian Olivia menyambung. Tetapi karena yang lahir perempuan suami saya  akan memberi nama Helena, seperti nama neneknya (Seketika itu juga saya jadi kaget, teringat ucapan Dr. JM Gunawan, bahwa nama anak itu adalah Helena.)

Saudaraku, apakah cerita tersebut adalah faktor kebetulan saja, atau Dr. JM Gunawan tersebut seorang peramal yang kebetulan ramalannya pas benar ? saya rasa bukan semuanya. Tuhan sudah merencanakan semuanya bahkan sebelum manusia lahir, Dia atur sebaik mungkin.

Saya pernah membaca sebuah buku kejawen sepenggal dari perencaan hidup  menuju “Manunggaling Kawula Gusti” didalam buku tersebut diceritakan bahwa Gusti Tuhan, sudah merencanakan satu persatu anaknya yang dicintainya, bahkan sebelum di lahirkan di Dunia ini, dan karena kecintaanNya sehingga masing-masing manusia agar “ tidak susah dan sengsara “ sudah direncanakan dengan sebaik-baiknya, dilengkapi dengan selengkap-lengkapnya menurut sudut pandang Tuhan yang Maha Esa. Bahkan sekalipun terlahir cacat ataupun sakit yang menurut sudut pandang manusia susah dan sengsara.

Didalam buku kejawen tersebut disebutkan bahwa, Gusti Tuhan membentuk dan menetapkan rencana untuk seorang manusia sebelum dilahirkan didunia ini, untuk selanjutnya semenjak lahir ybs akan terus tumbuh dan berkembang dengan terus mencari jati dirinya, dan apabila sudah menemukan maka disitulah kebahagiaan dan damai sejahtera dia dapatkan. Diberikan contoh bahwa suatu ketika ada seorang manusia yang memiliki profesi dokter, mungkin karena dorongan keluarganya, kemudahan sekolah sebagai keluarga dokter, dan seterusnya tetapi ketika sudah menjadi dokter, ditinggalkannya profesi dokter, berpindah menjadi seorang guru sekolah dasar, karena sebagai dokter dia tidak menemukan damai sejahtera, justru dengan bimbingan hatinya dia lebih damai sebagai seorang guru.

Tetapi apabila kita cermati lebih jauh, seorang manusia tersebut, berusaha dengan susah payah, belajar dan bekerja dengan sebaik-baiknya, hingga menjadi dokter, baru setelah menjadi dokter dia mendalami arti kualitas hidup dan memang yang sesuai dalam hatinya adalah kehidupan seorang guru.

Saudaraku cerita dan kisah yang mengambarkan rencana Tuhan, memang benar-benar nyata, tetapi yang paling penting  kita ingat bahwa Tuhan Yesus sangat mencintai kita. Sebagai seorang Bapa manusia yang mencintai anak-anaknya sebelum lahir, tumbuh hingga mati, kalau bisa semua sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, Apalagi Tuhan kita di surga.

Kembali bahwa kita sebagai seorang manusia bertanya pada diri sendiri berusaha untuk belajar dan bekerja dengan sebaik-baiknya atau tidak. Dan  supaya kita mengetahui dan merasakan cinta Tuhan, kita harus mulai dari menutup mata, membuka telinga dan hati kita, untuk  merasakan suara Tuhan melalui hati kita, semakin dilatih semakin menjadi kuat, hingga akhirnya kita bisa mengetahui dan merasakan bimbingan Tuhan, didalam mengisi hidup ini.

Ada sebuah cerita menarik yang pernah saya baca, sebuah cerita dari  China Daratan, tentang rencana Tuhan pada seseorang.

Suatu hari hiduplah seorang pemuda yang bernama Liang Cu pemuda tersebut dari keluarga yang cukup berada, dia ingin sekali diramal, karena sudah satu minggu ini dikotanya mampir seorang peramal kondang, hampir ramalannya semua benar dan terjadi, hingga sangat ramai orang berminat  ingin diramal. Setelah menunggu 8 jam akhirnya pemuda Liang Cu  tersebut mendapatkan giliran, begitu sedih hatinya ketika selesai dirinya diramal oleh peramal tersebut, apa yang terjadi, ternyata pemuda tersebut diramal bahwa ketika umur 18 th, pemuda tersebut harus tinggal kelas, dan 3 tahun kemudian dia gagal mengikuti test sebagai pegawai pemerintahan, tidak memiliki anak dan umur 35 tahun meninggal dunia setelah terserang Paru-paru berat. Semula pemuda tersebut mengabaikan ramalan tersebut, dan berusaha tidak memikirkan lagi.

Lama waktu berlalu ketika pemuda tersebut umur 18 th, Pemuda Liang Cu  gagal mengikuti ujian kenaikan tingkat karena sakit cacar. Karena sakitnya dia tidak dapat mengikuti ujian tersebut. Pemuda tersebut menjadi terkejut dan ingat akan ramalan tersebut, tapi kembali ybs berusaha melupakan, ah…hanya faktor kebetulan saja..aku akan berusaha lebih keras lagi agar bisa berhasil.  3 tahun berselang ketika ybs mengikuti test pegawai pemerintahanpun ybs gagal diterima karena nilai yang dikantongi kurang. Waktu itulah yang membuat pemuda Liang Cu tersebut benar-benar putus asa, ternyata benar apa yang diramalkan oleh peramal tersebut, aku tidak memiliki anak dan umur 35 tahun meninggal.  Oh sungguh malang nasibku ini, kenapa Tuhan memberikan nasib buruk kepadaku…. Pemuda itu menangis sambil meratapi nasibnya.

Ditengah keputus asaannya pemuda tersebut berencana untuk mengakihi hidupnya dengan naik ke atas gunung dan akan terjun ke jurang yang dalam.  Ketika tiba ditempat yang dituju, dan siap akan melompat, lewatlah sebuah pendeta budha yang bijak, karena memang untuk menuju kuil budha harus melewati jalan tersebut.  Hai anakku apa yang hendak kamu perbuat ! teriak pendeta budha tersebut, mari-mari datang kepadaku kita bicara-bicara dulu, sambil minum teh di kuilku. Sebelum engkau mengakhiri hidupmu. Lama mereka berbicara akhirnya pemuda tersebut mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya.

Pemuda Liang Cu pun menceritakan apa yang membuat dirinya nekat mengakihi hidupnya, pendeta tersebut hanya mendengarkan saja tanpa mengeluarkan sepata katapun. Malam itu pendeta budha bermeditasi memohon petunjuk atas jawaban permasalahan pemuda tersebut.

2 hari kemudian pendeta tersebut memanggil pemuda tersebut, dikatakannya bahwa memang benar demikian adanya rencana Tuhan padamu, dan kamu harus melewatinya dengan hati lapang, bertambah sedihlah hati pemuda itu, dan semakin kuat tekadnya untuk segera mengakhiri hidupnya. Buru-buru pendeta tersebut menyambung pembicaraan. Tetapi, Tuhan memberikan kesempatan kepadamu untuk bisa merubah nasib buruk yang akan engkau alami dengan jalan banyak berbuat baik kepada orang tua dan sesama.  Hanya itu saja jalan satu-satunya. Saat itu juga wajah pemuda itu menjadi cerah, didalam hati pemuda itu mengatakan ternyata masih ada kesempatan buatku, dan tidak akan aku sia-siakan janjinya.

Pemuda itu dengan sungguh-sunguh mengatakan janjinya kepada pendeta budha di kuil tersebut, lalu selanjutnya apa yang harus saya lakukan pendeta yang bijak. Pendeta itu lalu mengeluarkan alat tulis dan selembar kertas, tuliskan segera setelah kamu selesai melakukan kebaikan, untuk tahap awal kamu harus mendapat 1.500 kebaikan. Baik pendeta segera setelah turun dari tempat ini saya segera melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya.

Tidak terasa sudah 3 bulan pemuda Liang Cu  melakukan kebaikan dan catatan kebaikan di lembar tersebut sudah 475 kali, dan tanpa disadari pemuda itu sekarang sudah menjadi pegawai pemerintahan, dan setelah tercatat 1.237 kali, pemuda itu mendapatkan keturunan dari pernikahan 8 bulan lewat. Demikianlah semakin lama, kebaikan yang dilakukan semakin banyak bahkan sudah melebihi puluhan ribu jumlahnya, hingga akhirnya menjadi suatu kebiasaan bagi pemuda Liang tersebut, tercatat beliau memiliki karir sebagai penasehat kaisar yang disegani dan ahli strategi perang, yang biasa dipanggil Tuan Cu Ge Liang beliau meninggal di usia diatas 90 th an.

Saudaraku dibalik cerita itu ada pesan mendalam yang disampaikan kepada kita bahwa dengan perbuatan baik yang tulus iklas, yang kita lakukan setiap hari membuat rencana Tuhan yang baik  tersebut menjadi semakin terang, kita  dijauhkan dari segala malapetaka, dan peristiwa buruk yang akan kita alami.  Rencana Tuhan yang baik, yang diterjemahkan oleh manusia sebagai suatu petaka, akan dijernihkan, mata manusia akan dibukakan sehingga dapat mengerti arti sesungguhnya dari maksud tersebut. Dengan berbuat baik setiap hari pikiran kita menjadi jernih dan jelas membaca rencana baik Tuhan.

Jadi saudaraku masihkan engkau mempercayai nasib burukmu dan merenungi setiap hari tanpa berbuat sesuatu yang dapat merubahnya. Penghormatan kepada orangtua dan leluhur kita serta berbuat baik kepada orang lain adalah kunci untuk membuka pintu pencerahan untuk menuju kearah yang lebih baik.

BERBUAT BAIKLAH SETIAP HARI

MAKA RENCANA TUHAN

AKAN TAMPAK SEMAKIN JELAS BAGIMU.

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s