Mengejar Kebahagiaan Dalam Hidup


Ketika berjumpa dengan kelompok doa, saya coba lontarkan pertanyaan apakah engkau ingin hidup bahagia, tidak ada jawaban lain selain kata-kata “ya…pasti”.  Ya semua orang selalu menginginkan kebahagiaan, tetapi arti bahagia bagi banyak orang berbeda-beda,  ada banyak macam, ada yang berkeras menyatakan bahwa banyak uang  cukup sudah, saya bisa bahagia. Ada juga yang mengartikan bahwa bahagia adalah berkumpul bersama keluarga,  atau bahkan ada yang mengatakan bahagia adalah memiliki kesehatan dan seterusnya.

Lebih dalam kebahagian diartikan oleh segelintir orang  adalah suasana yang sangat menyenangkan, suatu kepuasan dan ketentraman hati, kedamaian dan suasana penuh kasih dan sayang tidak ada benci dan dendam, saling memfitnah, mengkianati, dan saling membunuh satu sama lain. Nampaknya kalau boleh saya simpulkan bahwa kebahagiaan adalah lebih kearah ketentraman hati, dan ada suasana damai sejahtera disana.

Saudaraku mari kita kembali melihat komponen dasar pembentuk manusia, yaitu Roh  dan Badan atau jasmani. Semua komponen tersebut menuntut akan pemenuhan kebutuhan masing-masing.  Atau bila disetarakan menuntut keseimbangan.

Pernah suatu ketika saya bertukar pandang dengan sahabat, tentang topik bahagia, sahabat tersebut sangat rasional, dia katakan bagaimana bisa mendapatkan suasana damai, kalau perut kosong, bagaimana bisa kita hidup dan berkumpul dengan suasana kasih apabila tidak ada roti untuk disantap bersama.  Sahabat tersebut meyakinkan bahwa penuhi dulu kebutuhan jasmanimu baru kita bicara rohani.

Sangat rasional dan masuk diakal.  Tetapi hal yang sangat saya takutkan, bahwa batas pemenuhan kebutuhan tersebut sampai seberapa besar, mengingat sifat manusia selalu saja haus dan kurang, apakah bisa mengontrol diri dan mengendalikan supaya tidak terjebak dengan mendewakan harta, kalau demikian benar apa yang ditakutkan murid-murid yesus akan mammon terbesar adalah harta atau uang.

Beberapa hari yang lalu ketika saya lupa menutup tempat gula, saya menjumpai  banyak semut ada di dalam tempat gula tersebut, saya jadi tertarik mengamati binatang tersebut. Semut adalah binatang yang sangat istimewa, semua sudah kenal sifat koloninya, dia sangat kompak dan selalu hidup dalam koloni, kekuatan utama adalah penyebaran informasi ke koloninya dengan sangat cepat, walaupun  semut binatang yang lemah dan sangat kecil ukurannya. Dan ketika saya mencoba meletakkan kembali sebongkah gula batu, yang terjadi adalah semakin lama semakin banyak semut berdatangan dalam hitungan menit, hingga akhirnya lenyaplah gula tersebut berpindah ke sarang semut atau kedalam isi perut semut tersebut.

Apabila kita meletakkan pemenuhan kebutuhan roh lebih dahulu, maka roh tersebut ibarat gula batu, yang akan menarik tubuh untuk pemenuhan seperti gula yang menjadi daya tarik semut dan apabila kita semakin rajin mengembangkan menginformasikan dalam diri sendiri maka biarlah buah-buah roh tersebut semakin terkumpul dan berpindah ke dalam diri seorang manusia, seperti semut  dan gula batu  tersebut.

Bukannya Yesus Tuhan mengatakan, bahwa manusia tidak hanya hidup dari roti saja, tetapi manusia hidup dari Roh dan kebenaran. Serta ditegaskan kembali  bahwa carilah dahulu kerajaan Allah, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu.

Saya rasa memang memerlukan perjuangan yang agak keras untuk membalikkan sesuatu yang tidak biasanya. Karena pemenuhan kebutuhan badaniah dulu baru roh sudah lazim dan umum, dan jawaban yang lazim pun adalah tunggu dulu, masih sedikit lagi, tetapi manusia lupa karena akan terpikat olehnya, hingga waktunya tiba dan tidak ada kesempatan lagi,  penyesalanlah jawabannya.

Apakah kebahagiaan bisa kita dapatkan dengan mudah, saya kira tidak demikian, menyitir pepatah asing, “ There is no free lunch “  artinya tidak ada makan yang gratis, semua harus dikejar dan diperjuangkan apabila ingin mendapatkannya. Melihat dasar pembentuk seorang manusia, maka apabila saudara menanyakan ke saya, pilih yang mana maka saya akan penuhi kedua komponen tersebut dengan sebaik-baiknya, akan saya kejar supaya saya sukses  di dunia roh dan di dunia jasmani.  Saya jadi teringat kata-kata Lucu Bapak Joger- Bali, pemilik usaha pabrik kata-kata, akan definisi kebahagiaan, beliau menulis dengan sindiran, Bahagia adalah : Selagi muda hidup foya-foya, menjadi tua kaya raya dan matipun masuk surga.

Tetapi apakah keduanya bisa berjalan bersama, selaras dan seimbang, sukses di dunia dan didunia roh, sangat sulit nampaknya, dicapai tanpa kesadaran mendalam, Bahkan murid-murid yesus menuliskan di dalam alkitab supaya kita selalu ingat akan hal itu, bahwa diantara, Godaan “Hawa nafsu, Harta dan setan” yang paling ditakutkan pengaruhnya adalah Harta, dikatakan bahwa Mamon yang paling perlu diwaspadai adalah” Harta atau Uang ” dia bahkan lebih kuat dari Mamon manapun didunia ini.

Rasa iling, kesadaran setiap saat adalah sangat penting ditanamkan dalam diri sendiri, bahwa apa yang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya dan sekeras-kerasnya adalah suatu kewajiban kita, tetapi semua itu tidak kekal adanya, lepas bebas setelah waktunya tiba.

Saudaraku, tujuan hidup manusia adalah mengejar kebahagiaan, manusia akan bahagia apabila bersatu, diam dan tinggal didalam Sang Pencipta bahagia tersebut. Maka seringkali disebutkan bahwa tujuan hidup manusia adalah bersatu dengan Tuhan yang Mulia tersebut,  pencapaian tujuan tersebut diperoleh dengan belajar masuk kedalam diri sendiri, mengalahkan nafsu buruk, dilanjutkan dengan pelepasan ikatan duniawi, sebagai persiapan batin untuk memasuki kesatuan itu atas hidup didalam diri manusia. Dengan tercapainya kesatuan itu manusia menjadi sempurna karena bersatu dengan Tuhan Yang Mulia, ia disebut mati selagi hidup dan hidup segala mati, karena telah mencapai akhir jalan kesempurnaan, ia merahasiakan hal ini bagi dirinya saja.      Kebahagiaan Sejati  adalah Bersatu dengan Sang Pencipta Bahagia itu sendiri.

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s