Memahami Kehendak Tuhan Dalam Hidup


Apabila kita berwisata religi ke Gunung Kawi atau ke Gua Maria di Sedang Sono atau bahkan ke Lourdes Perancis apabila memiliki cukup tabungan, tujuan kita nampaknya sama yaitu mencari ketentraman hati, memohon berkat dan mencari jawaban akan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Semuanya sah-sah saja, tidak ada satupun yang tidak benar, bahkan apabila kita sudah mengerti kehendak Tuhan dan mengikutinya maka jalan yang dilalui tidak perlu harus berputar-putar menghabiskan waktu, tenaga dan materi dalam hidup kita.

Pernah suatu ketika saya bertukar pandang kepada seorang bijak yang sudah mendalami arti hidup, menurut sudut pandang saya.  Seorang bijak tersebut menceritakan panjang lebar tentang arti dan kehendak sang pencipta. Setelah selesai bercerita saya lalu bertanya, Bapak apakah saya bisa mendalami ilmu ke Tuhanan agar bisa mengerti kehendak Tuhan dalam hidup saya. Bapak tersebut menjawab, tidak perlu dipelajari dan dikejar, Pengertian itu akan datang sendiri kepada anak setelah dirimu siap menerimanya. Saya jadi sadar bahwa memang masih kotor dan penuh dosa, kata-kata saya dalam hati, malu jadinya, belum siap kog sudah minta diajari.

Saya jadi teringat sebuah pemahan tentang kejernihan gelas, ada sebuah gelas yang indah bentuknya, terbuat dari pasir Kristal nomer satu dengan dihiasi ukiran kaca yang sangat indah, setelah lama tidak dipakai dan di biarkan di bawah terik matahari dan kehujanan, lama kelamaan gelas tersebut berkerak dan berlumut, hingga tidak bening dan jernih lagi nampaknya.  Apabila kita ingin mendapatkan air yang jernih dengan memakai gelas tersebut walaupun air yang dituangkan kedalam gelas tersebut sangat jernih, tampak dari luarpun hanya sebuah air yang berkerak dan penuh lumut, karena tempat dimana air ditampung penuh dengan kerak dan lumut.

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membersihkan tempat dimana air ditampung yaitu gelas tersebut,  membersihkan tidak hanya 1 – 2 jam, atau 1 – 2 tahun, tergantung lama usia kita semenjak dibaptis atau dipermandikan. Bayangkan saya sendiri dipermandikan sejak usia 17 tahun artinya sudah lebih dari 25 tahun membiarkan lumut dan kerak menutupi kejernian gelas tersebut, artinya untuk membuat bersih dan mengkilatpun harus ektra keras, kerja yang harus dilakukan. Bagaimana dengan saudara ?

Setelah bersih, air kehidupan itu akan nampak jernih didalam hidup kita, jadi benar apa yang disampaikan Bapak bijak tersebut, jangan engkau mengejar, tetapi bersihkan saja tempatmu atau hatimu maka engkau akan mengerti dengan sendirinya, sebab Tuhan yang maha baik, sudah datang semenjak kita dibaptis hanya saja karena kerak dan lumut tersebut menutupi kesadaran kita.  Tuhan memberikan ilmu pengetahuan tersebut dengan cuma-cuma, dan sejak kita dibaptis dalam namaNya.

Ketika saya masih muda, saya aktif di dunia pencipta alam, yang tergabung dalam pramuka di  Surabaya, setiap  liburan sekolah kami selalu mengadakan acara outbond camp atau pendakian Gunung. Didalam salah satu kegiatan yang paling saya sukai adalah mengenal suara alam.  ya memang alam pun akan berbicara dan bernyanyi untuk kita apabila kita siap mendengar. Pada suatu hari, pagi-pagi benar sebelum matahari menyapa mahluk hidup, kami diajak kakak Pembina menaiki bukit padang rumput, jauh dari kebisingan kendaraan, yang kami rasakan dan dengar hanya hembusan angin pagi lembut, kicau burung dan sapuan kabut tipis yang belum terusir sinar matahari. Kami sekelompok pemuda diajak duduk bersila, rileksasi, dengan mulut terkunci, mata terpejam dan fokus pada petunjuk yang diberikan.

Detik selanjutnya, petunjuk yang diberikan, coba rasakan udara yang ada disekitar dengan menghirup dalam-dalam sambil merasakan  kejernihan udara disekitar, lalu keluarkan perlahan, begitu seterusnya. Petunjuk berikutnya adalah mendengarkan suara angin, masih dengan cara yang sama. Apa yang terjadi memang benar yang dikatakan orang bahwa alampun akan berbicara dan bernyanyi untuk kita setiap waktu. Saya mendengar dan merasakan itu. Memang ketika kita menutup mata, dan mulut kita, berpasrah dan bersatu dengan alam maka akan ada yang terbuka dalam diri kita yaitu pengertian dan pemahaman akan suatu tujuan kenapa suatu peristiwa itu terjadi, jadi benar apa kata pepatah jika 3 pintu tertutup, akan ada  1 pintu lain yang terbuka, yaitu kesadaran.

Temukan kehendak Tuhan melalui pembasuhan dan penyucian diri sendiri dan berusaha untuk mendengar dan memahami dari semua peristwa yang kita alami hari lepas hari.

“ PEJAMKAN MATA, DAN TUTUPLAH MULUT

RAPAT-RAPAT, SATUKAN HATI DAN BUKA

SELURUH PANCAINDRA  RASAKAN DAN DENGARKAN, TERNYATA

TUHAN SELALU BERDIRI DIDEKATMU”

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s