Manusia Berharga di Mata Tuhan


Pada waktu acara pendalaman iman dilingkungan, salah satu pembawa acara adalah pengusaha pupuk kompos, sebut saja Bp. Geido karena materi adalah penciptaan lapangan kerja baru.   Bp. Geido mampu merubah sampah-sampah rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman, suatu bentuk usaha yang sangat potensial, karena sourcenya berlimpah dan kebutuhannya pun sangat tinggi, disisi lain karena yang bersangkutan bergerak dibidang perlindungan alam, dengan mendaur ulang limbah, yang bersangkutan mendapat penghargaan langsung oleh presiden SBY. Dengan bangga dan bahagia ybs membagikan ceritanya kepada kami. Sebagai pendengar saya mencoba meresapi kebanggaan dan kebahagiannya, sewaktu dipanggil Presiden SBY, karena hasil karyanya yang monumental.

Dari penggalaman diatas, saya mencoba refleksikan diri, bahwa seharusnya kita sebagai manusia jauh lebih bangga dan lebih bahagia apabila memiliki orang tua atau Bapak kita adalah seorang Raja diatas segala Raja, kemuliaannya melebihi segala kemuliaan yang ada didunia. Apalagi Bapak kita adalah penuh dengan cinta dan kasih, melihat dampak dosa yang sudah diperbuat anaknya , dan memikirkan akibat dari perbuatan dosa anak-anaknya, hingga berkorban untuk mengirimkan putra  tunggalnya sendiri, mati dikayu salib demi menebus dosa-dosa kita.  Apakah  kita tidak bangga dan bahagia ?

Sebagai seorang manusia yang sudah menjadi anak Bapa disurga sebenarnya tidak ada lagi kata-kata ragu dan malu, memang kerajaan Bapa kita bukan didunia ini, kalaupun didunia ini, maka kemungkinan kita bukan bangga tetapi menjadi arogan, dan tetap ujung-ujung membuat malu Bapa kita apabila kita tidak mempersiapkan mental dengan baik, sejak dini. Rasul Thomas Dindimus sempat ditegur Yesus Tuhan karena keraguannya, karena mengingkari suara hatinya, karena keinginan fisik membuktikan kebenaran tersebut. Berbahagialah saudaraku apabila engkau percaya akan itu walaupun tidak melihat.

Seorang pribadi manusia, sangat berharga dimata Tuhan, hal ini dapat dicermati bahwa setiap pribadi manusia memiliki kelebihan dan keunggulan. Tuhan memberikan kehendak bebas dengan maksud untuk lebih mendewasakan dalam bertindak, itupun bentuk penghargaan yang sungguh luar biasa. Bapa melakukan dialog dan berusaha berkomunikasi dengan anak-anaknya setiap detik, karena kasihnya, tetapi apakah kita sudah membalasnya, dan apakah itu disebut anak yang berbakti kepada Bapanya, apakah itu disebut kebanggan sebagai anak raja ? atau apakah engkau masih meragukan  lagi! Marilah kita bersama merefleksikan dalam diri sendiri. Dengan membalas inisiatif Bapa untuk selalu berkomunikasi dengan kita.

Saudaraku Bapa sudah mengerti karena kita berharga di mata Bapa, sehingga apa yang kita perlukan dan inginkan Bapa sudah mengetahuinya, karena Bapa kita ini sungguh istimewa,  tetapi Bapa hanya mengharapkan dialog, komunikasi antara keluarga inti saja.

Apabila kita melihat kisah penciptaan Hawa, Adam menginginkan pendamping karena dia merasa kesepian, setelah melihat binatang-binatang hidup berpasang-pasangan, apakah Adam memikirkan permintaanya kepada Bapanya bahwa Hawa itu harus bertubuh semampai, hidung mancung, mata biru, bahkan menurut saya Adam sama sekali tidak tau bahwa pasangannya berbentuk manusia atau yang lainnya, bahkan Adam sendiri tidak tahu bentuk dirinya karena kaca cermin belum ditemukan kecuali melalui permukaan air, permintaan Adam dengan modal kepasrahan total, kepada Bapa. Dan apa yang diberikan,   Bapa memberikan Adam seorang pendamping yang sangat sempurna.

Kisah penciptaan Hawa tersebut dapat sebagai bahan perenungan akan bentuk dialog antara anak dengan Bapa, tidak perlu terlalu berpanjang, tidak perlu terlalu detail, tidak-perlu dengan kata –kata yang indah-indah dengan maksud terkandung menuntut yang berlebih, karena Bapa sudah tau yang terbaik buat anak-anaknya.

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s