Ketekunan Membuahkan Hasil


Rasanya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, bahwa ketekunan mengerjakan sesuatu akan berpengaruh pada hasil kerja yang ditekuninya.  Ketika saya masih muda, kakak saya dikenal tekun dalam mengerjakan sesuatu, memang hasil yang kakak saya kerjakan sangat memuaskan bagi kebanyakan orang memandang, tetapi dalam menghasilkan sesuatu memerlukan waktu yang relatif lama.  Tetapi belakangan pemikiran saya tentang ketekunan sedikit bertambah ketika berdiskusi dengan beberapa pengusaha sukses, ketekunan yang dimiliki beberapa pengusaha sukses tersebut adalah lebih dimaksud dengan mengerjakan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh, tidak patah semangat walaupun banyak rintangan  menghadang,  dan yang paling penting adalah dengan strategi dan selalu mengembangkan daya kreatifitas yang jitu, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, mereka berpikir bagaimana menghasilkan dengan cepat dan dengan mutu yang baik.

Saudaraku beberapa waktu yang lalu saya melihat kisah pemburu bunga mawar di kaki gunung merbabu, mereka dengan tekun berangkat pagi-pagi buta untuk mengumulkan bunga mawar liar, memetik dari satu tangkai ke tangkai yang lain, menuruni lereng yang  terjal  kehujanan dan kedinginan, hanya untuk mengumpulkan satu bakul bunga mawar yang dihargai Rp. 2000 per bakul, setelah dijual di pasar pagi.  Mereka sangat tekun dan penuh semangat, halangan cuaca tidak masalah,  dingin udara dan keselamatan diri kadang mereka tidak pedulikan, yang ada didalam pikirannya adalah untuk mendapatkan uang, mungkin kisah ini sama dengan yang kakak saya lakukan saat masih usia muda, arti ketekunan dalam hakekat yang sederhana.

Memang benar, apa yang saudara pikirkan, dan saya pun berpikir demikian, mengapa mereka tidak menanam diladang saja, kenapa mesti jauh-jauh naik ke lereng gunung Merbabu, kalau seandainya tidak memiliki lahan, kenapa tidak sewa saja, kalau hasil tidak mencukupi dengan biaya sewa kenapa tidak mencari pemasaran langsung dan seterusnya. Itulah yang disebut strategi  dan daya kreatifitas, serta keberanian mengambil resiko.   Tentu saja, yang membedakan para pemburu dan pengusaha bunga mawar  adalah strategi dan kreatifitas yang dimiliki, tetapi prinsip dasar berupa kerja sungguh-sungguh, tidak patah semangat tetap mendasari keduanya.

Didalam dunia usaha,  yang harus diletakkan sebagai dasar usaha adalah penyusunan blue print, atau cetak biru, dimana didalam cetak biru tersebut disusun kerangka atau tahap-tahap penyusunan usaha, kemungkinan masalah-masalah yang dihadapi, atau didalam teori management ekonomi disusun “ swot analisis “ yaitu, strength (kekuatan dari usaha kita), weakness (kelemahan dari usaha kita), Opportunities (kesempatan yang dapat diambil), dan Threat (ancaman dari competitor),  semua disusun dalam cetak biru berdasarkan data survey di lapangan, dan keadaan yang sudah diprediksikan didalam tahapan cetak birupun, masih ada penyimpangan yang besar, yang hanya bisa dipecahkan berdasarkan pengalaman dan ketekunan, keadaan dilapangan kadang berbeda dengan dibuku, karena dinamika kelompok manusia berubah sangat cepat. Ada beberapa  sahabat mengatakan bahwa, barang siapa yang dapat menangkap peluang dan mampu mengatasi dinamika kelompok masyarakat akan memenangkan permainan tersebut.

Ada suatu peristiwa menarik apabila kita amati lebih dalam, disisi luar hutan produksi yang terpilih sebagai daerah proyek tambang nikel seluas 10.465 ha, dimana nantinya daerah tersebut akan dibangun pabrik, jalan dan jembatan, yang melibatkan banyak kontraktor, pengawas dan banyak tenaga kasar terlibat didalam proyek tersebut dalam jangka waktu yang lama.  Semula daerah tersebut sepi dan tenang, hanya dapat dihitung  dengan jari orang yang berlalu lalang, apalagi disebut warung atau tempat makan, semua hanya hutan lebat dengan jalan kecil melintasinya, Tetapi ketika proyek tersebut berjalan dan banyak orang bekerja disitu, perlahan tapi pasti  muncullah  satu warung sederhana, hanya untuk melayani tenaga kasar yang perlu makan, dan minum. Selanjutnya berkembang dari satu menjadi beberapa, dari kecil menjadi besar. Setelah warung makan yang menyediakan sayuran, kangkung, sawi, Lombok, ikan dst. Munculah petani kangkung, petani sawi, petani Lombok, peternak ikan juga diwilayah tersebut. Mulailah berdiri penginapan sederhana dan terus berkembang dengan sangat cepat mulailah tercipta multiplayer effect,  pengaruh dari para “ pemain “ atau proyek tersebut.  Dari tidak ada terpacu untuk menjadi ada karena ada peluang, dari satu menjadi dua, karena keberanian dan ketekunan, dari sederhana menjadi tertata rapi karena strategi, dari mendatangkan bahan akhirnya menanam sayur adalah kreatifitas dan seterusnya.  Setelah beberapa saat berjalan, dan setelah muncul beberapa pesaing  maka mulai timbul persaingan diantara mereka.  Bagi yang pertama adalah sebagai pemenang, karena kejeliaan melihat peluang, karena keberanian dan kecepatan mengambil keputusan membuahkan keuntungan yang besar.

Karena yang pertama, tentu saja ketekunan mereka sangat diuji, semula tidak ada fasilitas pendukung, tidak ada air bersih, tidak ada keamanan, dan semua serba sangat terbatas. Demikianlah maka, secara sederhana dapat disusun bahwa untuk sukses perlu ada, kejelihan menangkap peluang, keberanian mengambil resiko gagal, ketekunan dalam menjalankan usaha, dan kecepatan dalam berpikir kreatif dan inovatif.

Prinsip ketekunan syarat mutlak untuk mendapatkan kesuksesan, mungkin banyak orang menyebutkan tahan banting, sebab untuk menembus lingkaran kesuksesan, harus melewati tantangan, ancaman, hambatan atau gangguan, berapa lama dan seberapa berat, tentu saja tergantung dari kejelian seorang pengusaha tersebut untuk menemukan jalan keluar dalam mengatasi masalah tersebut.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s