Kesempatan Terjadi Hanya Sesaat


Suatu hari ketika saya duduk di ruang keluarga dalam keadaan lampu padam, sehingga ruang menjadi gelap, tampak di ruangan sebelah  sebuah lilin  menyala semakin terang, dan ketika pintu penghubung dibuka sedikit saja oleh anak saya yang kebetulan masuk, dan kemudian ditutup kembali, saya menjumpai seberkas sinar melewati pintu tersebut, memecah kegelapan di ruang keluarga tersebut, untuk sesaat, dan selanjutnya keadaan menjadi gelap, ketika pintu tertutup kembali.

Saudaraku, nampaknya kesempatan baik, dapat saya gambarkan seperti seberkas sinar tersebut, ketika kita menunggu dan keadaan itu datang, apabila reaksi kita tidak peka dan tidak siap menangkap kesempatan tersebut, maka akan lewat begitu saja  tanpa kesan, tanpa hasil dan di  dalam hitungan waktu yang sangat singkat.

Adalah sangat bijak apabila dari hari kehari kita siapkan diri kita, dalam menghadapi kesempatan tersebut, sehingga apabila saat itu datang tidaklah kita sia-siakan.

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak sahabat, untuk usaha supplies barang ke perusahaan asing tambang di propinsi Maluku Utara, perusahaan tersebut baru berjalan untuk konstruksi 1-2 tahun kedepan, sahabat saya menceritakan beberapa barang, bahan dan kendaraan akan dibutuhkan dalam usaha tambang tersebut.

Memang saya sangat terkesan dengan sahabat saya tersebut, dia bekerja untuk persiapan dari hari ke hari, mencari informasi tidak mengenal lelah, tanpa memperdulikan ada atau tidak kesempatan akan kebutuhan bahan, barang dan kendaraan dari perusahaan tersebut, sehingga terkesan membuang-buang waktu, tenaga dan menimbulkan biaya yang tidak sedikit untuk survey ke sana-sini untuk persiapan. Ketika dalam perjalanan menemani sahabat saya tersebut, saya lontarkan pertanyaan, apa kita ini tidak sedang bekerja dalam mengejar mimpi, belum ada order, atau mungkin juga order tidak tentu ada tapi kita sudah melakukan persiapan yang matang.  Sahabat tersebut mengatakan, jangan biarkan pikiran burukmu tinggal dan berkembang didalam kepala dan hatimu, sebab tidak ada satupun yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh terbang melayang tanpa hasil begitu saja,  hanya waktu yang akan menjawab, paling meleset kita jadi tau dan mengerti akan apa yang kita lihat dan pelajari saat ini, tetapi janganlah yang kamu kerjakan sekarang selalu dibumbuhi dengan sikap harap-harap, biarkan semua berjalan dalam jalan Tuhan.  Saya jadi diam berpikir dalam hati, mungkin dia benar, dan saya salah karena selalu mengembangkan sikap pesimistis.

Saudaraku, ketika kami sedang bertukar pandangan didalam perjalanan mengunjungi pabrik pembuatan batako,  telephone celluler saya berbunyi,  nampaknya bagian pembelian  dari perusahaan tambang tersebut menanyakan informasi biaya ekspedisi untuk mengirimkan kendaraan medan berat ke lokasi, dan ketika pembicaraan semakin mendalam, setelah digali lebih jauh ternyata, timbul kesempatan  untuk  supplies mobil medan berat di perusahaan tersebut.  Saya dalam hati mengatakan, untung kami sudah siapkan informasi tentang biaya eksedisi, pemesanan ke authorized dealer, waktu dan biaya delivery  antar pulau sebelum diangkut ke kapal dan lain-lainya, sehingga kami bisa menjawab dengan jelas dan benar. Ternyata memang benar melakukan persiapan walaupun nampaknya seperti mengejar angin, akan berguna apabila waktunya tiba. Lakukan dengan sebaik-baiknya, sebab apabila kesempatan itu datang, langsung dapat kita tangkap, kesempatan tidak memberikan kita waktu untuk berpikir lagi, sebab selain kita masih banyak orang diluar sana yang juga menunggu kesempatan tersebut, mungkin saja mereka jauh lebih siap dari kita, sehingga dapat menangkap kesempatan tersebut jauh lebih baik dari kita.

Saudaraku, ketika saya mengantar istri saya ke pasar untuk belanja di pagi hari, saya melihat istri saya memilih bahan dan melakukan  tawar menawar untuk membeli sayur, ikan, telur, daging dan buah di sebuah pasar tradisional. Ada suatu kesan yang saya tangkap didalam peristiwa tersebut, bahwa seorang pembeli, menginginkan kualitas barang yang bagus, dengan memilih, menawar untuk mendapatkan harga yang lebih murah, serta mendapat penanganan yang cepat, tetapi yang lebih dari itu adalah cara diperlakukan sebagai pembeli dengan baik adalah penting. Saya dapat menyimpulkan bahwa :

 

Inti yang dibutuhkan pembeli dalam skala pasar tradisional adalah :

Urutan nomor 1.   Diperhatikan    dan     ditempatkan        pada

tempatnya.

2.      Ada  hubungan sebagai keluargan yang baik

3.      Harga barang yang bersaing

4.      Mutu   barang    yang    dijual    bagus     dan berkualitas

5.      Penanganan yang berpengalaman dan cepat

 

Sedangkan dalam kasus lebih dari pasar tradisional, karena sudah ada standard kualitas dan delivery time maka yang dibutuhkan pembeli adalah :

Urutan nomor    1.    Diperhatikan   dan    ditempatkan      pada

tempatnya    (Focus – Empaty –  Anthusias

services)

2.    Profesionalisme      dalam        menangani

customer  ( Profesionalisme services)

3.    Mutu barang sesuai standar (  Quality and

guaranties )

4.    Pengiriman  tepat   waktu    ( on time  /on

schedule delevery)

5.    Harga    yang   berkompetisi    (  Price   on

competitive)

 

Urut-urutan yang dibutuhkan pembeli, mutlak harus dikuasai, sebagai persiapan dalam menghadapi kesempatan, ada baiknya melatih diri mulai saat ini, Jika saudara berperan sebagai penjual, maka  selalu  tempatkan  diri sebagai pembeli, maka akan lebih mengerti langkah apa yang harus diambil.

Saudaraku ada baiknya kita persiapkan diri kita terlebih dahulu, siap untuk lebih mengenal dan mengerti, dengan dukungan pengetahuan tentang bidang yang akan kita hadapi, menyusun  dan membentuk jaringan usaha, serta untuk menjaga keharmonisan jaringan tersebut, dengan cara langsung turun ke bawah.

Apabila kita lihat didalam urutan nomor satu selalu muncul,  keinginan customer untuk didudukan dalam ruang penghargaan, perhatian, atau di tempatkan sebagaimana posisinya, lakukan itu dengan baik.  Didalam urutan selanjutnya  adalah kesan bahwa customer bukan berhadapan dengan orang baru yang tidak dikenal, tetapi dia lebih menghendaki kesan ada hubungan keluarga, karena sifat manusia ingin rasa aman dan nyaman dan itu hanya ada didalam keluarga, jadi buat dan bentuk diri sendiri sebagai saudara bagi mereka.

Kesempatan terjadi hanya sesaat, kapan datang atau muncul tidak bisa ditentukan tapi bisa diprediksikan, dan diluar sana banyak sekali perusahaan atau orang lain yang juga menginginkan hal yang sama seperti kita. Maka persiapkan selagi bisa walaupun terkesan mengejar angin, paling tidak kita bisa belajar dari setiap peristiwa yang kita alami, bahwa ada rencana indah Tuhan disana untuk kita.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s