Jadilah KehendakMU diatas Kehendakku.


Pada waktu saat pertemuan kelompok doa, saya mencoba untuk melontarkan pertanyaan tentang arti dan pemahaman kata-kata “Jadilah kehendakMu diatas kehendakku”, berbagai tanggapan terlontar yang sifatnya mengambang dari peserta kelompok, memang bila dibaca sepintas  sangat sulit untuk mengerti, tetapi ada juga dari anggota kelompok yang cukup realistis menyampaikan yaitu suatu kondisi dimana kita pasrah total kepada Sang Penguasa, pasrah mau diapakan saja,  saya ikut,  ada juga yang menyampaikan arti dengan kata-kata “ menyerah “ artinya sudah berusaha tetapi tidak mampu, ya menyerah saja lah, apa kehendak Sang Penguasa, kesannya tidak ada perjuangan yang begitu kuat.

Memang apabila di kupas lebih dalam maksud dan jawaban dari saudaraku anggota kelompok doa tersebut  semuanya tidak ada yang salah, kebanyakan pendapat mereka adalah bersifat realistis, hal yang terjadi di masyarakat umum, yaitu menerima  kepasrahan total dan umumnya belum adanya suatu usaha maksimal.

Mungkin dapat saya gambarkan kesamaan sebuah cerita yang saya dapat dari penggemar sepak bola yang kecewa dengan klub kesayangannya di Malang beberapa waktu yang lalu, pantas saja kalah. Karena mereka tidak sungguh-sungguh berlatih malah pelatih kub sepak bola tersebut sudah biasa, menyiapkan alasan apabila kalah sebelum pertandingan dimulai.

Sebenarnya yang ingin disampaikan Yesus Tuhan adalah berusahalah dengan sungguh-sungguh, dengan sekeras-kerasnya, dengan semangat yang tinggi dan dengan cara-cara yang legal, selanjutnya berpasrahlah bahwa apapun hasil   adalah kehendak Tuhan.   Terdapat titik berat akan usaha semaksimal mungkin, dan kepasrahan total, dan sangat berbeda dengan kondisi klub sepak bola tersebut.

Kesadaran dalam diri sendiri bahwa semua sudah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Tuhan, sebelum memulai suatu kegiatan, adalah urutan nomer satu, kita harus mengerjakan bagian kita dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah, selebihnya biarlah Tuhan yang menyelesaikan bagianNya.

Kadang-kadang yang membuat kita jatuh kedalam selokan atau lubang galian kabel di tepi jalan saat kita naik kendaraan roda dua adalah kita tidak melihat lubang tersebut karena kita terlalu focus ke jalan padat atau hal lain yang menentramkan hati yang sifatnya hanya khayalan semata.  Memang menghayal sifatnya gratis dan menyenangkan, tetapi dengan menghayal kita jadi teledor, belum berusaha dengan sungguh-sungguh, sudah menghayalkan keuntungan yang banyak segera didapat, hasilnya selalu mengecewakan.

Saudaraku pernah saya menjumpai dalam satu komunitas doa dimana terdapat beberapa anggota dengan tugas masing-masing, mereka berlomba,  satu dengan  lain merasa dirinya lebih penting, lebih unggul dari yang lain, padahal mereka lupa bahwa mereka adalah satu tubuh dalam komunitas doa.  Itulah yang disebut jadilah kehendaku, bukan kehendakMu.  Dan apabila terjadi demikian karena kehendakku maka hasilnyapun belum pasti sama dengan kehendak Tuhan.

Saya jadi teringat ketika diminta oleh ketua sebuah kelompok doa untuk membawakan renungan dalam pendalaman iman. 2 hari sebelum hari H, saya persiapkan materi dengan sangat baik, saya berkeinginan untuk dapat membawakan dengan baik, ternyata secara tidak sadar saya tanamkan rasa pamrih di dalam diri saya, diam-diam saya ingin anggota kelompok yang lain menilai materi saya bagus, saya ingin mereka menganggap saya orang yang berbakat, saya jadi terlena akan pesan ajaran Yesus Tuhan, Jadilah kehendakMu diatas kehendaku, memang benar jadinya, ketika acara berlangsung aliran listrik tiba-tiba padam dan perhatian kelompok jadi terpecah,  dan keinginan saya melayang begitu saja.

Kesadaran diri sendiri, adalah sangat penting artinya dalam setiap kegiatan, supaya kita tidak terjebak dalam kehendak kita yang berlebihan. Kerjakan segala sesuatu dengan tulus iklas tanpa pamrih sedikitpun, kerjakan saja apa yang menjadi bagian kita, dengan sungguh-sungguh dan dengan sebaik-baiknya karena memang itu yang diinginkan oleh si empunya pekerjaan, urusan nanti pemilik memberikan pujian atau penghargaan atau lainnya, itu konsekwensi dari pekerjaan yang baik dan benar yang sudah kita kerjakan. Jadi tidak ada kekecewaan, tidak ada kesombongan, dan tuntutan dari diri sendiri. Kita kerjakan tugas kita dengan sebaik-baiknya, dengan secermat-cermatnya, sebab  kita sadari karena itu adalah kewajiban kita dan sudah memang wajarnyalah hal demikian, selebihnya biar Tuhan yang mengerjakan bagianNya untuk kita.

Perjalanan

Hari ini aku disini, mungkin besok aku disana

Semua sudah sesuai rencana…….Nya

Kalau hari ini aku begini,

mungkin besok aku jadi begitu

Sama-sama peran wayang

Ataukah aku ditampilkan Sang dalang

Ataukah aku dibaringkan tanpa peran

Didalam kotak tanpa angan-angan

Untuk dirimu bagai obat

Bukankah Ia yang menentukan

Bagiku sejuta madu darimu, bagai obat palsu

Tapi perih bilur  lukaMu sungguh mujarab bagiku

Lega, bahwa pahitnya obat sungguh mujarab

Bahwa esok aku bangun, dengan tugasMu

aku maju, tanpa ragu

Menjalankan kewajiban bagi sang dalang,

berperan bagi banyak orang

Hanya wajar bila daku memohon,

bebaskan aku dari kejahatan

Selamatkan aku dari percobaan,

tak berharap tanda jasa atau bintang

Kalau Ia memuliakan,

jangan ragu tanpa kepastian

Asal kau melangkah sampai tujuan,

sesuai gerakan wayang

Badan tak perlu kau hiraukan,

ia dicukupi sang dalang

Itu sebabnya aku bilang,

Bila jiwamu hidup kau akan menang

Ada contoh, bukan cerita !

Ia dimusnakan tak terhalang,

Ia dicerca tanpa dibela

Ia hanya bilang, Bapaku yang datang

Memberiku secawan anggur, penawar derita

Sakit oleh Fitnah, perih oleh derita,

akan terasa makin panjang

Tanpa kesadaran orang melakukan,

Tanpa tahu darimana semua itu datang

Bila ada orang sebagai sasaran,

ia tunjuk sebagai sidalang

Bila pelajaran dariNya tak bisa dicerna,

hakekat dirinya tak terbuka

Kalau dalam cerita engkau menang,

segera kaji apa sebabnya

Bila kau resah karena halangan,

segera pergi menghadapNya

Keluh kesah pantas kau ucapkan pada sang dalang,

bukan pada orang

Terima kasih wajib kau berikan pada orang-orang

yang membuat mu menang

Ini sekedar pelampiasan,

setelah kemarin kau berjalan panjang

Sekedar melakukan,

sebagai kelengkapan perintah sang dalang

Makin jelas bagiku apa sebabnya, ia terhalang sebagai dalang

Tak lain karena si wayang juga ingin jadi dalang.

Dr. Hartono

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s