Inti Lebih Penting Dari Kulit


Banyak orang lebih menyukai kulit buah dari pada daging atau isi buah,  memang benar apabila kita membaca tulisan tersebut, kita langsung katakan tanpa berpikir lagi, orang tersebut sedikit mabuk, mungkin juga sedang ngantuk atau sedikit aneh,  atau bahkan disampaikan orang pasti salah tulis, atau mungkin  kata-kata sindiran lainnya  karena daging buah umumnya lebih enak dan nikmat serta memiliki kandungan air dan nilai gizi yang lebih tinggi, daripada kulit.

Ternyata sifat jasmani atau badani seorang manusia selalu mengarah kesana.  Saudaraku kita bisa katakan seperti itu pada orang-orang yang melakukan tindakan tersebut, tetapi bila kita cermati, persamaan itu, mungkin kita bisa mentertawai diri kita sendiri, karena tanpa kita sadari kitapun berbuat demikian.

Hampir sama dengan sebagian besar orang dengan sadar, atau memang senaja melakukan tindakan tersebut, orang lebih mementingkan permukaan luar dari pada isi didalamnya. Banyak orang  lebih mementingkan dikatakan pandai berdoa, rajin ke gereja, aktif dalam kegiatan doa tetapi isinya hanya pamrih saja, bukankah keadaan itu sama ?

Saya jadi teringat kata-kata Yesus Tuhan melalui injil, dikatakan hai kaum farisi, janganlah engkau hanya pandai berkata-kata dalam doa yang indah-indah yang panjang-panjang supaya banyak orang melihat engkau sebagai orang yang saleh, tetapi ternyata hatimu sangat busuk.

Pernah suatu kesempatan saya membaca sebuah artikel dari kisah nyata seorang yang diberikan karunia untuk dapat melihat roh sesaat didalam hidupnya, sebut saja namanya Yohana. Dan kisah ini terjadi pinggiran kota Los Angeles.  Pada suatu hari minggu ketika Yohana sedang memasuki halaman sebuah katedral, untuk mengikuti ibadat misa mingguan, Yohana sangat dikejutkan dengan kejadian langkah tersebut,  digambarkan bahwa  atap dan beberapa bangku umat penuh dengan mahluk setan yang  sangat mengerikan, Yohana sangat ketakutan dan didalam hatinya terus bertanya-tanya, ada apa dengan tempat suci tersebut, gereja adalah tempat suci dan tempat untuk memuji serta memulikan Tuhan.  Gereja adalah rumah Tuhan, tetapi mengapa didalamnya berisi mahluk-mahluk mengerikan. Dan atas kejadian tersebut Yohana menyimpan didalam hatinya selama berbulan-bulan, hingga dia menemukan seorang pendeta yang mampu menguraikan semua kejadian yang pernah dilihatnya.

Sang Pendeta yang dibimbing roh kudus didalam hatinya menjelaskan bahwa, mahluk-mahluk tersebut adalah mengambarkan hawa nafsu dan keinginan buruk seorang pribadi manusia. Mahluk tersebut mengambarkan sifat asli dari manusia yang berdoa didalam gereja. Walaupun tampak didepan kusuk berdoa berjam-jam, berdoa dengan kata-kata yang indah, aktif dan rajin ke gereja serta memberikan perpuluhan yang banyak, semua dilakukan karena ada suatu tujuan tertentu. Gereja memang rumah Tuhan, tempat suci bagi banyak orang, tetapi tidak semua peserta ibadat bahkan pemimpin ibadatpun belum tentu murni dan tulus dalam menjalankan tugasnya.

Yesus Tuhan selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu memiliki hati yang bersih, tulus dan penuh dengan kasih, bahkan suatu ketika Yesus mengatakan jadilah seperti anak kecil, yang tulus dihatinya. Dia tidak menginginkan suatu make up dalam wajah yang indah dipandang, tetapi lebih kedalam inti dari hati yang bersih. Apabila kita termasuk didalamnya, masih ada waktu untuk merubah menjadi lebih baik.

Janganlah kita hanya mengutamakan liturgis, dan tata cara yang berbeli-belit, memang inti dari tata cara adalah lebih menghantar pemahaman iman dalam ibadat, tetapi tidak sedikit tujuan diselewengkan menjadi pamrih dibelakang itu. Refleksikan kembali tindakan kita, supaya tidak terjebak ke arus deras  akan  sifat busuk manusia.

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s