Bekerja Harus Dengan Sebaik-Baiknya


Saudaraku, Yesus memilih murid-muridnya, apakah asal pilih saja ?  Waktu Yesus berjalan-jalan di pantai, Hei… Petrus mari datang ikutlah Aku, seketika itu juga petrus datang dan mengikuti,  mudah sekali tampaknya, bahkan tanpa perlawanan dalam diri Petrus,  siapa dia, bagaimana dengan keluarga yang ditinggal, mau diajak kemana dan seterusnya, tanpa berpikir panjang sekalipun. Apakah Yesus Tuhan punya ilmu ajian pelet?  Kalau Yesus  bisa melihat kemurnian hati Petrus dikatakan memang benar karena Yesus adalah Tuhan yang Maha mengetahui, bahkan waktu bertugas sebagai manusiapun.  Dan ketika saya berpikir lebih dalam, begitu  mudahnya Petrus dan murid-murid yang lain mengikuti Yesus, kemungkinan terbesar menurut pikiran saya adalah Petrus dan murid-muridnya sudah mengenal Yesus jauh sebelum bertemu Yesus untuk pertama kalinya walaupun didalam hatinya. Sehingga saat berjumpa pertama kalinyapun Petrus sudah tidak meragukan lagi. (saya tidak membahas proses reinkarnasi).

Saudaraku Yesus memilih orang-orang tersebut sebagai pengikutnya bukan berdasarkan pangkat dan latar belakang, tapi Yesus memilih mereka karena potensi yang dikandung didalam diri pribadinya. Demikianlah saat ini Tuhan Yesus memilih kita sebagai anak-anaknya bukanlah karena  faktor kebetulan, tetapi karena potensi yang terkandung didalam diri kita masing-masing sudah dibaca Tuhan. Karenanya Tuhan sudah memilih kita dan bukan kita yang memilih Dia, Maka Tugas kita sekarang mengeluarkan potensi tersebut, dan mengembangkan dengan sebaik-baiknya dengan jalan berusaha dengan sekeras-kerasnya, kita kerjakan tugas kita dengan sebaik-baiknya, selebihnya biar Tuhan mengerjakan tugasnya sendiri.

Mengapa kita harus bekerja dengan sebaik-baiknya, karena Tuhan sangat senang dengan tanggung jawab kita, Dia sudah mempercayakan sebagian yang seharusnya milik  Dia, kepada kita. Kepercayaan tersebut hendaklah jangan di sia-siakan. Saya teringat cerita yesus kepada muridnya melalui injil tentang 3 orang pegawai dan tuannya.

Sekilas cerita  sebelum pergi tuannya memanggil pegawainya;  tuan itu memanggil satu persatu pegawainya, satu orang diberikan 10 keping emas,  satu orang lagi 5 keping emas, dan pegawai terakhir diberikan  1 keping emas.  Lalu pergilah tuan itu untuk waktu yang lama. Singkat cerita 2 orang pegawai berhasil mengembangkan menjadi berlipat dan pegawai yang ketiga, malah menyimpan modalnya di dalam tanah, karena alasan takut hilang. Alasan sifat malas memang ada tersirat tetapi  yang jelas terbaca adalah rasa iri hati dengan yang lainnya karena dia cuman diberikan 1 sementara yang lainnya 5 atau 10. Itulah yang dikatakan kebodohan yang berujung kesusahan dan kesengsaraan.

Apabila kita kupas lebih dalam masalahnya ternyata adalah karena masalah emosi (iri hati), melihat potensi orang lain jauh lebih bagus dan dilanjutkan keputusasaan, berikutnya adalah ketakutan kehilangan. Kemalasan yang dilanjutkan dengan menutup diri dan berpikir dangkal, mengakibatkan hasil yang kurang memuaskan,  tuan tersebut menjadi marah dan tersinggung karena kepercayaanya disia-siakan.

Saudara apakah tuan tersebut lebih melihat hasil pengembangan, atau lebih kearah proses untuk mencapai hasil tersebut, nampaknya bahwa tua tersebut lebih menghargai tanggung jawab akan kerja yang diberikan, pemberian tanggung jawab diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Emosional berujung keputusasaan apabila dibumbui, kurang percaya pada diri sendiri, sehingga rasanya akan menjadi kesengsaraan pada diri sendiri.

Saya teringat sebuah cerita nyata seorang sahabat, beliau biasa dipanggil Eka, saya benar-benar terinspirasi oleh sahabat saya tersebut, bukan saja karena kesuksesannya tetapi karena cara dia memperoleh kesuksesan tersebut dengan keterbatasan yang ada. Serta pemahaman akan nilai kehidupan membuat beliau semakin menjadi berkat  buat kita. (terima kasih sahabat Eka, semoga dengan membaca kisah ini, banyak orang  dibangkitkan semangatnya untuk lebih mencintai Tuhan).

Sahabat Eka tersebut menceritakan kepada saya, bahwa beliau dilahirkan sebagai seorang perempuan yang sempurna didalam keluarga pengusaha, pada saat itu, keceriaan semasa kecil tiba-tiba berakhir walaupun waktunya masih panjang, dan  dalam perjalanan hidupnya nampaknya Tuhan berkehendak lain, sangat sulit dipahami pada waktu itu, khususnya seusia anak Eka.

Ketika berusia 4 th, seorang anak Eka tersebut jatuh dari tangga dan  kepalanya membentur dengan keras lantai dibawah tangga,  hingga anak tersebut mengalami luka  di bagian telingga dalam, akibat infeksi  yang cukup serius, gendang telinganya robek. Tetapi  setelah dilakukan perawatan dan pengobatan beberapa waktu lamanya ternyata dampak dari luka tersebut adalah menurunnya pendengaran seorang anak Eka tersebut.

Sebagai seorang anak yang tumbuh dengan kekurangan pendengaran, pasti perasaan minder dan rendah diri mulai timbul, semakin lama semakin besar sejalan dengan perkembangan umur yang bersangkutan.

Dan ketika perasaan tersebut timbul, pelampiasan yang ada hanyalah menangisi dan meratapi kenyataan yang ada, hingga kadang-kadang diceritakan bahwa sudah tidak ada lagi air mata yang keluar karena sudah habis terkuras.  Belum lagi meratapi dan menjalani keterbatasan pendengaran, teman-teman sepermainan yang bersangkutan menyindir dan mengolok-olok secara tidak langsung sehingga menambah penuh ruang beban penderitaan dihati. Penderitaan itupun masih berlanjut dengan tuntutan kerja keras dari kakek beliau,  untuk membantu orang tua dalam melayani customer dengan keterbatasan yang ada. Sebenarnya Kakek sahabat Eka adalah orang yang keras dan berusaha dengan sungguh-sungguh, dia memang mengetahui keterbatasan cucunya, tapi dia sembunyikan perasaan sedihnya dihati yang dalam, kakek Eka berusaha memberikan cinta dengan mendidik cucunya supaya dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain, walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki.

Tetapi sebaliknya apa yang dirasakan remaja Eka, waktu itu adalah beban ekstra yang harus ditanggungnya. Waktu berjalan begitu cepat  dengan kecerdasan dan kerja kerasnya beliau dapat melanjutkan pendidikan hingga tingkat SLTA.

Tetapi Tuhan masih ingin membekali Remaja Eka dengan hal yang luar biasa, yaitu. Orang tuanya jatuh sakit, sehingga tidak bisa melanjutkan pekerjaanya, sedangkan kakeknya sudah lama dipanggil Tuhan.  Sebagai anak tertua, Eka terpanggil untuk melanjutkan dan meneruskan usahanya yang sudah berdiri sejak yang bersangkutan masih kecil.

Tidak terbayang setelah mengambil alih jalannya usaha, ternyata baru disadari bahwa orang tuanya banyak berhutang untuk mempertahankan usahanya dari kejatuhan, terutama pada saat krisis moneter beberapa waktu yang lalu, dan itu merupakan beban baru dalam kehidupan sahabat Eka. Ya Tuhan memang sungguh lengkap penderitaan saya tetapi saya  tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menikmati penderitaan itu, (sebagian doa sahabat Eka). Memang Tuhan sungguh luar biasa, Sahabat Eka adalah orang yang dipilih untuk membuka mata kita baik secara fisik maupun secara rohani, bahwa keterbatasan secara badaniah tidak ada artinya apa-apa, beliau memiliki jiwa yang besar bahkan dapat dikatakan Sahabat Eka memulai usaha bukan dari nol lagi, tetapi dari minus yaitu harus menutup hutang-hutangnya, sambil mempertahankan usahanya, saya dapat merasakan memang suatu keadaan yang sulit waktu itu.

Sahabat Eka mengatakan, apabila engkau ingin berhasil bekerjalah dengan hati, layanilah setiap pelanggan yang datang sebagai keluargamu sendiri, supaya pelanggan menjadi kerasan dan merasa seperti dirumah sendiri, tentu saja budaya menawar itu selalu ada, tetapi itu bukan hambatan, tetapi jadikan  itu bentuk perhatian dan indikator rasa ketertarikan pada suatu produk,  budaya menawar menurut Eka selalu diberikan pemecahan dengan keyakinan bahwa biarlah untuk produk A saya sedikit untung, tetapi produk B saya dapat mencetak lebih banyak untung, mereka akan senang dan kembali lagi dengan membawa banyak teman.

Memang ketika saya berkunjung ke toko sahabat tersebut, banyak sekali pelanggan yang datang dan layaknya sebagai keluarga, setiap transaksi pembelian terjadi layaknya keluarga.

Informasi yang disampaikan dari sahabat Eka kepada karyawannya, bahwa setiap pelanggan yang datang jangan biarkan pulang dengan tangan kosong, berusahalah agar mereka sebelum meninggalkan toko selalu memberikan order.

Ternyata itulah salah satu kunci sukses sahabat Eka, dalam waktu singkat beliau dapat bangkit dari masalahnya, bahkan sejak 5 tahun yang lalu toko beliau tercatat sebagai the best performance untuk  wilayah Indonesia Timur.

Banyak sekali inspirasi sahabat Eka, yang membangkitkan semangat saya dalam mengisi hidup, Tuhan memilih manusia bukan manusia yang memilih Tuhan, karenanya Tuhan selalu membekali keterbatasan manusia dengan sesuatu yang misterius apabila kita mau lebih dalam menggali bekal tersebut.

Ada suatu cerita menarik yang dapat kita tentang filosofi keramik ; Beberapa waktu yang lalu saya membaca berita, sebuah guci keramik dinasty Ming terjual hingga ratusan ribu dollar dibalai lelang Christi London, dan didalam  pernyataanya seorang kurator terkenal menerangkan bahwa mutu keramik tersebut memang senilai dengan harga jualnya. Selain umur keramik, juga kualitas pembuatan guci keramik tersebut sangat sempurna.

Yang membuat saya tertarik, adalah ketika salah satu wartawan  menanyakan apakah anda bisa menjelaskan, proses pembuatan hingga mendapatkan keramik yang memiliki nilai tinggi.  Ahli keramik tersebut menjelaskan secara perlahan. Singkat cerita dimulai dengan pemilihan bahan baku yang berkualitas, kemudian proses pembentukan dengan pengolahan yang lama hingga merata, melalui di tekan, dipukul, dibanting selanjutnya proses pengeringan dengan penjemuran yang kering sempurna hingga memakan waktu lebih dari 1 bulan. Setelah proses pencetakan atau pembentukan dengan tangan, kemudian  pemolesan yang berulang-ulang, dan sebagai tahap akhir pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi untuk beberapa hari lamanya.

Saudaraku sama halnya dengan filosofi keramik, untuk mendapatkan kebahagiaan, kesuksesan, memerlukan daya tahan akan cobaan dan pengorbanan yang tinggi, keramik dibakar dengan suhu diatas 1000 derajat, sehingga berubah menjadi indah, seorang manusiapun di bakar dengan cobaan hidup untuk menjadi berkualitas.

Didalam buku cerita komik yang pernah saya baca tentang arti ujian atau cobaan, saya mendapatkan nilai yang cukup mendalam yang dapat saya bagikan ; Seorang guru besar dunia persilatan akan mengelar ujian kenaikan tingkat, bahwa yang boleh mengikuti ujian, adalah murid-murid yang sudah terpilih oleh guru tersebut dan layak untuk mengikuti ujian. Disyaratkan bahwa peserta wajib berpuasa 40 hari lamanya dengan hanya makan 1 kali dalam satu hari sebelum ujian dimulai.  Untuk melatih kekuatan otot, peserta harus mengisi tandon air sampai penuh, dengan cara memindahkan  air yang diambil dari sungai dibawah tebing bukit cadas, ditambah bahwa peserta harus berlatih fisik dengan memasukkan genggaman tangannya ke pasir panas berulang-ulang,  selanjutnya peserta yang lolos baru boleh mengikuti ujian komite.  Akhir cerita setelah menyelesaikan ujian, murid tersebut mendapatkan kenaikan pangkat, beserta  fasilitas-fasilitas lainnya.

Saudaraku, dari cerita karikatur tentang ujian kenaikan tingkat, saya jadi mengerti bahwa ada kemungkinan Tuhan memiliki kita dari sekian banyak anak-anaknya untuk ikut sebagai peserta kenaikan tingkat keimanan, dan karena Tuhan sudah memilih, dapat dipastikan Dia tahu kekuatan dan kemampuan kita untuk lolos dalam ujian tersebut. Hanya dengan kerja keras dalam ujian dan perasan bersyukur karena diberi kesempatan untuk mengikuti  ujian kenaikan tingkat keimanan adalah kunci untuk lolos dalam ujian tersebut. selanjutnya tinggal diri kitalah  yang memutuskan.

This entry was posted in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s