Banyangkan Menjadi Indah Apabila Diisi Dengan Hal Nyata


Setiap orang pasti memiliki angan-angan, impian, cita-cita, tetapi angan-angan, impian, cita-cita tetap menjadi bayangan hampa apabila tidak diisi dengan hal-hal yang nyata untuk menjadikan bayangan tersebut menjadi kenyataan. Hal yang paling mudah dan murah adalah berangan-angan atau bermimpi akan sesuatu karena sifatnya gratis dan setiap saat bisa dilakukan.  Tetapi tetap akan membahayakan apabila terus-menerus kita memupuk bayangan tersebut sehingga menjadi besar dan sulit dikendalikan didalam pikiran seseorang,  bayangan akan menjadi suatu kebiasaan sehingga seseorang menjadi tidak nyata dalam setiap pola pikirnya.

Saya merasakan, hampir setiap orang terlibat didalam angan-angan yang diciptakan oleh dirinya sendiri, karena memang sungguh nikmat  apabila masuk didalam suasana angan-angan dan bayang-bayang tersebut, dan sudah mendarah daging dalam setiap pola hidup manusia, bahkan didalam salah satu soal psikotest yang pernah saya ikuti, ketika  melamar menjadi karyawan salah satu bank  swasta 12 tahun yang lalu, juga diwajibkan untuk bisa membayangkan bangun yang akan terbentuk, dari pecahan materi yang berserakan.  Seakan seorang karyawan diwajibkan untuk bisa mengestimasikan perkembangan perusahaannya, tetapi memang sebuah hubungan  ketergantungan yang baik setelahnya  ada materi tambahan dalam soal psikotest,  dengan soal tindakan real yang harus diterapkan untuk mencapai estimasi tersebut berupa strategy pencapaian.

Saudaraku,  yang saya kuatirkan adalah bahwa kita mematok diri kita dengan menetapkan angan-angan kita terlebih dahulu, sehingga kita menjadi terlena, dan teledor karenanya karena kurang persiapan atau langkah-langkah mencapai angan-angan tersebut menjadi tidak akurat.  Saya setuju bahwa penetapan target terlebih dahulu adalah syarat mutlak sebagai arahan atau pedoman dalam melangkah,  tetapi langkah-langkah nyata pencapaian dan evaluasi menjadi lebih penting dari pada penetapan target tersebut, apabila kita perhatikan lebih dalam.

Karenanya apabila kita mencoba untuk membalik, pernyataan diatas, pastilah target akan tercapai apabila mengikuti langkah-langkah pencapaian secara konsisten dan hati-hati, persiapan-persiapan awal jauh lebih penting, sebagai pembanding  dan penentu apakah busnis tersebut layak dijalankan atau tidak, karena diluar indah belum tentu didalam juga indah, Bayangan yang indah kadang menutup kepekaan akan resiko tersebut.

Lima tahun yang lalu, saya bersama tiga sahabat, merencanakan untuk berbusnis bunga potong import di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, dengan membuat produksi bunga potong. Pertama-tama yang ada didalam pikiran kami adalah keuntungan, jari-jari kami sangatlah terampil dalam menghitung, sekian meter persegi dikalikan jumlah tanaman, di kurang prosentase kematian, didapat keuntungan sekian puluh juta.  Karena begitu bersemangat seolah-olah waktupun sangat lambat berjalan, karena ingin segera memulai produksi. Bayang-bayang untuk mendapatkan keuntungan hanya dengan waktu singkat  terus tumbuh subur dalam pikiran kami masing-masing dan kami terperangkap didalamnya.  Segera pembagian tugas kerja dan  keperluan lainnya sudah lengkap kami persiapkan. Sekali lagi bayang-bayang keuntungan membuat kami teledor, bahwa seharusnya masalah-masalah yang mungkin akan timbul, kami pelajari selintas lewat saja, sehingga akhir cerita busnis tersebut sekarang tidak berbekas sama sekali, investasi yang ditanamkan sama sekali tidak kembali, yang ada hanya cerita buruk, dan penyesalan tidak berguna.

Kejadian tersebut akan berulang kembali, dan terus berulang apabila kita tidak segera menyadarinya dan berusaha untuk memperbaikinya, karena Tuhan sangat mencintai anaknya, Dia ingin anaknya sadar dan tahu bahwa yang dilakukan itu tidak benar. Maka supaya tidak berulang kembali kepada kita ada baiknya kita berbenah masing-masing.

Saudaraku, apabila kita simak baik-baik ternyata, Yesus Tuhan sudah melakukan hal itu dalam tugasnya didunia ini, Beberapa ratus tahun yang lalu, Yesus Tuhan tidak memberikan angan-angan kepada kepada murid-muridnya Dia lebih memberikan teladan tindakan nyata untuk mencapai angan-angan tersebut, bekerja dengan keras dan konsisten, tentang hasilnya nanti adalah bentuk konsekwensi atas kesungguhan tindakan nyata tersebut.

Angan-angan menjadikan bayangan kosong, kalau tidak diisi dengan hal nyata dalam mewujudkan sesuatu,  angan-angan membuat seseorang menjadi terlena dan terpikat untuk tinggal dan menetap didalamnya, seperti sebuah pil psikotropika, semula mencicipi, tetapi akhirnya menjadi kecanduan.  Angan-angan, apabila semakin di pupuk semakin melambung jauh keatas, Senantiasa mengembangkan rasa iling, sadar dengan sepenuh hati, bahwa tindakan nyata adalah jauh lebih penting.

 

 

Renungan Tanpa Judul

Harapan adalah pemicu semangat,

namun juga bayangan hampa

Jadi nyata, bila kau isi dengan doa dan karya

Batas harapan tak pernah nyata,

bisa jauh melambung diangkasa

Atau sedalam sumur, bagi yang terbiasa putus asa

Bagi aku, mereka-reka hanya boleh sejauh pandangan mata

Sebatas pikiran manusia, senyaring didengar telinga

Biarkan waktu yang menjadi miliknya menjadikan kenyataan

Cukup kau waspada dan memohon padaNya,

sesuai kepantasan

 

Tetapi bila harapan kau kembangkan, muncul illusi

Indah bentuknya seiring keinginan sang diri

 

Bila, Misal, Jikalau, adalah ucapan keinginan

Insya Allah adalah ucapan kewajaran

 

Ulah pikiran manusia bebas tanpa batas

Harga emas dan dollar ditahun Sembilan delapan

Suatu contoh, tak terlupakan buat banyak orang

Hari inilah yang masih harus kau perjuangkan

Jangan engkau mau dipermainkan pikiran

Mohonlah perlindungan, bimbingan dan bantuan

Agar engkau santun dalam berkhayal

dan runtun dalam berpikir

 

Selalu ingat padaNya, itulah hakekat dalam berdzikir

Akibat ulah kita sendiri, hanya berharap dan melukis ilusi

Tanpa karya nyata, tanpa usaha semua jadi gagal musnah

Bila engkau susah, kembali Tuhan kau jadikan tong sampah

Tanpa menyadari bahwa Ia ada didalam diri sendiri

 

Bila arif dalam berbelanja, beli sebatas kemampuan

Bilamana engkau bijak dalam bekerja, lakukan sesuai aturan

Dalam merenung, dengakan kata hati

Petunjuk didapat, lakukan dengan cepat

 

Inilah sekedar nasehat agar terhindar dari kesusahan

Atau dari pengulangan yang tak berkesudahan

Mengambil hakekat dari pengalaman, timbunlah dalam hati

Agar engkau kaya jasmani dan rohani.

 

Dr. Hartono

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>  

BAYANGAN   MENJADI INDAH

APABILA DIISI DENGAN HAL NYATA

Setiap orang pasti memiliki angan-angan, impian, cita-cita, tetapi angan-angan, impian, cita-cita tetap menjadi bayangan hampa apabila tidak diisi dengan hal-hal yang nyata untuk menjadikan bayangan tersebut menjadi kenyataan. Hal yang paling mudah dan murah adalah berangan-angan atau bermimpi akan sesuatu karena sifatnya gratis dan setiap saat bisa dilakukan.  Tetapi tetap akan membahayakan apabila terus-menerus kita memupuk bayangan tersebut sehingga menjadi besar dan sulit dikendalikan didalam pikiran seseorang,  bayangan akan menjadi suatu kebiasaan sehingga seseorang menjadi tidak nyata dalam setiap pola pikirnya.

Saya merasakan, hampir setiap orang terlibat didalam angan-angan yang diciptakan oleh dirinya sendiri, karena memang sungguh nikmat  apabila masuk didalam suasana angan-angan dan bayang-bayang tersebut, dan sudah mendarah daging dalam setiap pola hidup manusia, bahkan didalam salah satu soal psikotest yang pernah saya ikuti, ketika  melamar menjadi karyawan salah satu bank  swasta 12 tahun yang lalu, juga diwajibkan untuk bisa membayangkan bangun yang akan terbentuk, dari pecahan materi yang berserakan.  Seakan seorang karyawan diwajibkan untuk bisa mengestimasikan perkembangan perusahaannya, tetapi memang sebuah hubungan  ketergantungan yang baik setelahnya  ada materi tambahan dalam soal psikotest,  dengan soal tindakan real yang harus diterapkan untuk mencapai estimasi tersebut berupa strategy pencapaian.

Saudaraku,  yang saya kuatirkan adalah bahwa kita mematok diri kita dengan menetapkan angan-angan kita terlebih dahulu, sehingga kita menjadi terlena, dan teledor karenanya karena kurang persiapan atau langkah-langkah mencapai angan-angan tersebut menjadi tidak akurat.  Saya setuju bahwa penetapan target terlebih dahulu adalah syarat mutlak sebagai arahan atau pedoman dalam melangkah,  tetapi langkah-langkah nyata pencapaian dan evaluasi menjadi lebih penting dari pada penetapan target tersebut, apabila kita perhatikan lebih dalam.

Karenanya apabila kita mencoba untuk membalik, pernyataan diatas, pastilah target akan tercapai apabila mengikuti langkah-langkah pencapaian secara konsisten dan hati-hati, persiapan-persiapan awal jauh lebih penting, sebagai pembanding  dan penentu apakah busnis tersebut layak dijalankan atau tidak, karena diluar indah belum tentu didalam juga indah, Bayangan yang indah kadang menutup kepekaan akan resiko tersebut.

Lima tahun yang lalu, saya bersama tiga sahabat, merencanakan untuk berbusnis bunga potong import di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, dengan membuat produksi bunga potong. Pertama-tama yang ada didalam pikiran kami adalah keuntungan, jari-jari kami sangatlah terampil dalam menghitung, sekian meter persegi dikalikan jumlah tanaman, di kurang prosentase kematian, didapat keuntungan sekian puluh juta.  Karena begitu bersemangat seolah-olah waktupun sangat lambat berjalan, karena ingin segera memulai produksi. Bayang-bayang untuk mendapatkan keuntungan hanya dengan waktu singkat  terus tumbuh subur dalam pikiran kami masing-masing dan kami terperangkap didalamnya.  Segera pembagian tugas kerja dan  keperluan lainnya sudah lengkap kami persiapkan. Sekali lagi bayang-bayang keuntungan membuat kami teledor, bahwa seharusnya masalah-masalah yang mungkin akan timbul, kami pelajari selintas lewat saja, sehingga akhir cerita busnis tersebut sekarang tidak berbekas sama sekali, investasi yang ditanamkan sama sekali tidak kembali, yang ada hanya cerita buruk, dan penyesalan tidak berguna.

Kejadian tersebut akan berulang kembali, dan terus berulang apabila kita tidak segera menyadarinya dan berusaha untuk memperbaikinya, karena Tuhan sangat mencintai anaknya, Dia ingin anaknya sadar dan tahu bahwa yang dilakukan itu tidak benar. Maka supaya tidak berulang kembali kepada kita ada baiknya kita berbenah masing-masing.

Saudaraku, apabila kita simak baik-baik ternyata, Yesus Tuhan sudah melakukan hal itu dalam tugasnya didunia ini, Beberapa ratus tahun yang lalu, Yesus Tuhan tidak memberikan angan-angan kepada kepada murid-muridnya Dia lebih memberikan teladan tindakan nyata untuk mencapai angan-angan tersebut, bekerja dengan keras dan konsisten, tentang hasilnya nanti adalah bentuk konsekwensi atas kesungguhan tindakan nyata tersebut.

Angan-angan menjadikan bayangan kosong, kalau tidak diisi dengan hal nyata dalam mewujudkan sesuatu,  angan-angan membuat seseorang menjadi terlena dan terpikat untuk tinggal dan menetap didalamnya, seperti sebuah pil psikotropika, semula mencicipi, tetapi akhirnya menjadi kecanduan.  Angan-angan, apabila semakin di pupuk semakin melambung jauh keatas, Senantiasa mengembangkan rasa iling, sadar dengan sepenuh hati, bahwa tindakan nyata adalah jauh lebih penting.

Renungan Tanpa Judul

Harapan adalah pemicu semangat,

namun juga bayangan hampa

Jadi nyata, bila kau isi dengan doa dan karya

Batas harapan tak pernah nyata,

bisa jauh melambung diangkasa

Atau sedalam sumur, bagi yang terbiasa putus asa

Bagi aku, mereka-reka hanya boleh sejauh pandangan mata

Sebatas pikiran manusia, senyaring didengar telinga

Biarkan waktu yang menjadi miliknya menjadikan kenyataan

Cukup kau waspada dan memohon padaNya,

sesuai kepantasan

Tetapi bila harapan kau kembangkan, muncul illusi

Indah bentuknya seiring keinginan sang diri

Bila, Misal, Jikalau, adalah ucapan keinginan

Insya Allah adalah ucapan kewajaran

Ulah pikiran manusia bebas tanpa batas

Harga emas dan dollar ditahun Sembilan delapan

Suatu contoh, tak terlupakan buat banyak orang

Hari inilah yang masih harus kau perjuangkan

Jangan engkau mau dipermainkan pikiran

Mohonlah perlindungan, bimbingan dan bantuan

Agar engkau santun dalam berkhayal

dan runtun dalam berpikir

Selalu ingat padaNya, itulah hakekat dalam berdzikir

Akibat ulah kita sendiri, hanya berharap dan melukis ilusi

Tanpa karya nyata, tanpa usaha semua jadi gagal musnah

Bila engkau susah, kembali Tuhan kau jadikan tong sampah

Tanpa menyadari bahwa Ia ada didalam diri sendiri

Bila arif dalam berbelanja, beli sebatas kemampuan

Bilamana engkau bijak dalam bekerja, lakukan sesuai aturan

Dalam merenung, dengakan kata hati

Petunjuk didapat, lakukan dengan cepat

Inilah sekedar nasehat agar terhindar dari kesusahan

Atau dari pengulangan yang tak berkesudahan

Mengambil hakekat dari pengalaman, timbunlah dalam hati

Agar engkau kaya jasmani dan rohani.

Dr. Hartono

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s