Bahagia atau Menderita Ada di Dalam Pikiran


Tuhan yang Maha sempurna, menciptakan manusia dengan dilengkapi pikiran yang super hebat,  hingga sesuatu yang belum terjadipun dapat dipikirkan dalam angan-angannya, pikiran manusia mengatasi segala tindak kegiatan sehari-hari, hingga suatu hari karenanya banyak orang yang mengandalkan pikirannya dan bersikap sombong, menganggap kekuatan pikirannya yang menentukan hidupnya. Kesuksesan ada di tangan saya sendiri, seseorang itu salah satunya adalah saya, hingga akhirnya saya di hadapkan dengan peristiwa yang menyesakkan dada dan menyadarkan untuk bertobat dengan merubah segalanya dengan bersandar pada Tuhan.  Janganlah saudara baru tersadar setelah mengalami peristiwa yang kurang enak, karena menjadi “ mahal harganya”. Berbenahlah sebelum mengalami sendiri.

Pernah suatu hari saya diajak teman yang memiliki kepercayaan budhayana untuk mengikuti ceramah umum tentang pikiran menciptakan kebahagiaan hidup. Sungguh suatu acara yang baik karena materinya bagus dan penceramahnya seorang bikku sangat menguasai materi yang disampaikan.

Didalam salah satu materi yang dibahas adalah susah, senang, sakit dan sehat semua ditentukan oleh pikiran manusia sendiri, maka kendalikan pikiran sebaik mungkin, pikiran liar, seperti arus air yang deras, dia akan menghanyutkan, mengombang ambingkan serta membawa benda diatasnya tak tentu arah.  Pikiran tenang seperti air tenang yang  menyejukkan, memberikan kedamaian bagi mahluk disekitarnya.

Memang ada benarnya, bahwa pikiran seseorang sangat mempengaruhi badaniahnya, kejadian itu ditegaskan dalam kisah seseorang yang pernah mengalami kejadian tersebut.  Suatu hari ketika saya sedang berkunjung di rumah sahabat, kebetulan juga sedang ada tamu, sebut saja tamu tersebut namanya sugeng.  Beberapa jam kami berbicara-bicara  dengan akrab setelah dikenalkan oleh sahabat tersebut. Dan tanpa direncanakan sugeng bercerita bahwa dia pernah mendalami ilmu kanuragan, tetapi karena keseimbangan roh dan badannya belum siap, maka bukan keahlian yang didapat  tetapi timbul ketidak seimbangan atau orang biasa menyebut pikirannya menjadi tidak waras. Diceritakannya pada saat itu yang dirasakan hanyalah perasaan senang, dan bahagia tidak ada ujungnya. Tetapi apa yang terjadi secara fisik, sugeng jalan kemana-mana tanpa pakaian, tidak ada rasa malu, takut atau sungkan  sama sekali,  keluarga, pekerjaan semua tidak ada didalam pikirannya lagi. Karena tidak terjadi keseimbangan antara rohani dan jasmaninya, Untunglah satu bulan lewat, sugeng disadarkan oleh sahabat saya yang saya kunjungi tersebut.

Kisah nyata tersebut membenarkan bahwa pikiran seseorang menentukan kebahagiaan atau penderitaaan, bahkan dengan pikiran yang tidak berimbang, kehidupan jasmani menjadi tidak berbentuk.  Didalam training asuransi yang pernah saya ikuti pun, pertama-tama yang diajarkan adalah konsep merubah pikiran, salah satu materi mengajarkan bahwa kita sendiri dapat merubah diri sendiri,  katakan di dalam pikiran anda bahwa saya bisa, saya sanggup dan saya akan sukses, saya bisa lebih baik dari kemarin, Suatu pelajaran utama untuk mendokrin diri sendiri untuk merubah pikiran positif menjadi rasa percaya diri untuk sanggup menjual dengan baik.  Kata-kata motivasi yang ditanamkan dalam pikiran akan  membentuk positif sugesti sehingga mempengaruhi tindakan menjadi lebih optimis dalam menghadapi kenyataan hidup. Banyak orang sukses dimulai dari pembentukan pikiran yang positif, dan itulah  salah satu kunci sukses, memiliki pikiran positif dan percaya diri yang tinggi.

Suatu hari ketika saya kecil, dan orang tua hanya memiliki uang cukup untuk membeli cabe, garam & terasi untuk dibuat sambal terasi, sebagai makan siang dan malam, apa yang dapat saya rasakan saat itu, sungguh nikmatnya luar biasa makan nasi putih dengan lauk secobek sambal rasanya melebihi suki masakan jepang atau hamburger atau masakan cepat saji lainnya, kami sekeluarga menyantap habis semuanya, walaupun hanya sambal terasi dan nasi putih, hanya karena pikiran dan suasana yang mendukung.

Ternyata  suasana, pikiran gembira, bahagia dalam keluarga membuat sambal terasi menjadi makanan yang luar biasa.  Jadi ada baiknya menanamkan pada diri sendiri bahwa bukanlah hanya karena materi seseorang bisa bahagia, tetapi lebih kearah pikiran yang membentuk suasana hati menjadi bahagia.

Hanya tergantung dari kita, ingin memiliki kebahagiaan, mulai sekarang menanamkan pikiran positif dalam diri sendiri agar berbuah kebahagiaan.

Yesus Tuhan adalah guru yang senantiasa menanamkan dalam diri murid-muridnya pikiran dan berkat yang baik, dengan bimbingan roh kudus, sehingga murid-muridnya memiliki semangat roh kudus dalam karya-karyanya.

SUSAH, SENANG, SEDIH,  HANYA DIBATASI

OLEH SEPENGGAL KATA YAITU, PIKIRAN

MAKA SUSUNLAH PIKIRAN YANG INDAH SUPAYA

HASIL AKHIR INDAH YANG DIDAPAT

This entry was posted in Kesadaran and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s