Permasalahan dalam hidup


 Ada banyak peristiwa yang dapat diceritakan apabila membahas yang disebut masalah hidup.  Permasalah rumah tangga misalnya  perceraian, perselingkuhan, perebutan harta waris, perselisihan anak orang tua, dan seterusnya. Permasalahan keuangan misalnya, korupsi, tipu menipu, pemerasan, pemalsuan dan seterusnya, dengan mudahnya kita sebut apabila ada pertanyaan tolong sebutkan 10 buah permasalahan hidup, dalam waktu 10 detik. Tetapi sebaliknya apabila diberikan pertanyaan tolong sebut jalan keluar  pemecahan dari masalah yang ada, walaupun diberikan waktu 24 jam pun rasanya belum cukup. Demikian juga apabila ditelaah lebih dalam dampak dari permasalahan hidup tersebut, tidak sedikit seorang manusia yang kehilangan nyawanya untuk mencari pemecahan permasalahan tersebut.

Suatu hari ada suatu pertanyaan, dari sahabat saya, “Mengapa Ada Permasalahan dalam hidup “ dan mengapa Yesus Tuhan memberikan permasalahan tersebut kepada saudara manusia, apakah Tuhan senang melihat seorang manusia menderita karenannya.

Sungguh suatu pertanyaan yang sulit dan memerlukan jawaban yang mendalam pula. Saya mencari-cari dan merenungkan berhari-hari dengan maksud mendapatkan jawaban yang bisa memuaskan sahabat tersebut.  Sampai pada suatu hari, terjadi lampu mati dirumah karena terjadi hubungan pendek dikarenakan kabelnya putus dan mengenai kabel satunya, setelah digigit tikus. Beberapa waktu lamanya setelah mencari-cari penyebabnya akhirnya ditemukan. Segera setelah diperbaiki, lampu di rumah saya menyala kembali. Dari peristiwa tersebut saya menemukan jawaban bahwa Permasalahan bukan dari pemberian Tuhan, Tuhan Yesus sangat mencintai setiap orang, pribadi lepas pribadi. Dengan melengkapi unsur negatif dan positif, seperti halnya kabel listrik dilengkapi dengan dua kutub positif dan negatif, untuk tujuan supaya dapat menyalahkan bola lampu, yang menerangi kegelapan.

Tuhan melengkapi manusia dengan kedua unsur tersebut terserah manusia memilih menggunakan yang mana, dengan tujuan terang atau sebaliknya, dan apabila kedua unsur tersebut berjalan sesuai fungsinya, penerangan dalam hidupnya yang mereka dapatkan, dan sebagai pelengkap cinta Tuhan kepada manusia, Tuhan memberikan unsur tambahan yaitu hukum sebab dan akibat, atau kalau saudara kita berkeyakinan budhayana mengatakan hukum karma atau hukum alam.  Sehingga apabila manusia memilih unsur negatif yang dikembangkan, maka akibat negatif yang akan diterima baik secara langsung ataupun tidak langsung menunggu waktu tiba, tentu saja ditegaskan kembali dengan tujuan mendapatkan penerangan untuk  seorang manusia tersebut.

Bagi seorang manusia yang belum mengerti akan maksud ini, seringkali mengartikan yang lainnya, sehingga timbulah paham dan persepsi yang buruk tentang arti kasih Tuhan.

Seperti kisah menarik berikut, suatu hari tetangga samping rumah menerima kiriman sekarung kotoran sapi dengan bau khas kotoran, sehingga tetangga tersebut seketika itu juga marah-marah dan memaki-maki orang yang mengirimkan kotoran tersebut, dia berusaha mencari cari siapa yang memberikan kotoran tersebut, dengan maksud akan memarahi habis-habisan. Tetapi karena tidak menemukan dia menjadi lelah, dan berniat akan melanjutkan kembali keesokan harinya, tetangga samping rumah tersebut merasa dihina dengan kiriman kotoran sapi di rumahnya.

Tetapi setelah beberapa hari berselang si sopirlah yang datang mengaku karena ketakutan, sopir meminta maaf dan si sopir mengaku bahwa dia bukan memberikan kotoran sapi bau, tetapi dia memberikan pupuk kandang karena melihat tanaman yang ada di halaman depan kurus kering dan merangas karena kurang pupuk, dia menaruh didepan rumah dengan maksud  setelah selesai kerja akan melakukan pemupukan.

Apabila saudaraku memilih jalan negatif maka hal negatif lah yang akan saudaraku dapat, dan apabila saudara telaah dari cerita tersebut ada unsur negatif (emosional dan keangkuhan) dan ada unsur positif (Keinginan baik dari sopir) yang didapat adalah terang setelah semua meletakan emosi dan mencoba untuk merenungi peristiwa dibalik itu,  terang bagi si sopir karena mendapat pelajaran bahwa seharusnya sebelum melakukan sesuatu harus berbicara mohon ijin, dan terang bagi si bos hendaknya dapat mengendalikan emosi agar tidak malu karena telah salah berprasangka buruk.

Bagaimana dengan hukum sebab akibat, ya tetap berlaku, sopir tersebut karena kebaikan hatinya akan niat baik menyuburkan tanaman, akhirnya  mendapatkan penghargaan, misalnya berupa pengantian uang lelah,  tetapi si bos, karena emosi, dia kehilangan energi, paling sedikit vonis dari keluarga dan stempel dari tetangga bahwa si bos memiliki sifat yang mudah marah, dan temperamental, hati – hatilah kalau berhubungan dengannya.

Jadi hendaklah gunakan  dan kendalikan  Emosi, bukan Interlegency saja atau pikiran karena ada keterbatasan intelegency manusia, sebab setiap peristiwa ada makna yang terkandung didalamnya, dan semua baik adanya.

Jangan sekalipun mengatakan Tuhan tidak mencintai saya, dengan membiarkan saya terlibat dalam suatu permasalahan, Tuhan membiarkan saya, Tuhan membenci saya, coba saudara bayangkan, apabila kita sendiri mengetahui dengan jelas dan pasti sebagai seorang manusia sepenuhnya, bahwa pada tanggal, jam dan detik ini, kita akan akan disiksa dengan kesakitan yang luar biasa, dicerca dan dihina, hingga kita harus mati dengan cara yang tidak wajar dengan dipaku dan kehabisan darah di salib, apa kita masih bersedia berkorban untuk orang lain ? dan kenapa Yesus Tuhan mau dan bersedia melakukannya, sebagai manusia Yesus pun takut dan merinding membayangkan peristiwa yang akan dialamiNya, sehingga Dia menangis dan peluhnya pun seolah-olah menjadi darah. Tetapi karena cintanya kepada manusia mengalahkan segalanya. Dia rela mati dengan cara yang paling menyakitkan sekalipun dia jalani dengan sungguh-sungguh. Sehingga saudaraku apabila mengalami suatu permasalahan hidup berusahalah mencari jalan keluar yang paling baik dengan memohon bimbingan Tuhan dan senantiasa ingatlah bahwa itu adalah pilihan kita sendiri, berusaha jalani dengan mengendalikan emosi dan carilah jawaban dibalik peristiwa itu. Yesus Tuhan senantiasa mengamati dan melihat dari surga, Dia tidak membiarkan cobaan itu melebihi kekuatan kita, dia akan menolong tepat pada waktunya, berpasrahlah dan senantiasa bersyukur kepadaNya, katakan apabila memang itu kehendakMu ya Tuhan jadilah, berikan aku kekuatan untuk menanggung dan menjalaninya. Supaya namaMu tetap dimuliakan melalui peristiwa yang kutanggung ini.

 

Rumah

 

Rumah adalah tempat berteduh kala lelah

Gedung atau gubuk tak masalah

Juga tempat engkau memadu cinta,

Beserta seluruh keluarga, selagi bisa

Tak dapat kau kurangkan arti ini,

mulailah engkau berbenah

 

Belajar menjadi dewasa, mengisi pribadi

Menyalurkan cinta kasih, tanpa peduli

Ia ayah, ibu atau sanak family

Belajar jadi orang tua, selagi kanak-kanak

Mempelajari anak, dengan mengerti tak henti

 

Yang penting disampaikan lewat bicara

Yang pokok contoh disertai dengan gerakan raga

Agar semua mengerti, bukan Cuma didalam hati

Agar semua anggauta kelak, bisa mandiri

Cekcok dan tengkar bagai buah kemiri

Menambah sedap bumbu pelajaran hakiki

Tanpa konflik, manusia malas berpikir pelik

Tak akan maju dalam penyelesaian masalah

 

Tetapi sesuatu ada batasnya,

kalau tidak bencana menimpah

Rumah hanya bangunan kosong, tanpa cinta, tanpa makna

Apabila jika engkau keras kepala anggapmu benar semata

Rasakan hai…suami, istri, apa yang kau cari ?

 

Memang bukan kebenaran,

hanya puas hati atas derita lawan

Ingat janji perkawinan (ia bukan lawan ?)

Seia, sekata dalam penderitaan

 

Semua sesal tak berarti, yang penting perbaikan diri

Anak cucu bukan milikmu  kau juga bukan penentu

Tetapi  derita mereka didalam rumah,

mengubah pribadi seiring waktu

Teruskanlah……………

Dr. Hartono

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s