Persatuan dan Kesatuan


Persatuan dan kesatuan sangat penting artinya didalam kehidupan kita, seperti halnya sebuah lidi yang diikat menjadi satu membentuk sapu lidi, menjadi tidak mudah patah dan bermanfaat, apalah arti sebuah lidi, dibandingkan dengan seikat lidi ?

Saudaraku, di dalam kisah penebusan Yesus Tuhan, selalu diikuti dengan pembentukan suatu komunitas pendukung atau suatu kelompok yang mendukung proses pelaksanaan rencana  mulia tersebut, yang dimulai dari pembentukan para rasul. Dan para rasul adalah suatu bentuk kelompok kecil, dimana komunitas tersebut berkembang menjadi  kelompok-kelompok besar yang sangat berpengaruh dalam perubahan dunia baru, Missionary of Fransiscan, Jesuit community, atau Bunda Hati Kudus , Ursulin atau Karmel misalnya adalah contoh salah satu kelompok biarawan penerus, yang saling mendukung  satu sama lain sehingga membentuk piramida yang kuat sesuai dengan maksud tujuan penebusan Yesus Tuhan.  Mengapa Yesus membentuk kelompok, karena Yesus Tuhan menyadari dan mengerti sepenuhnya bahwa dengan persatuan dan kesatuan dalam kelompok memudahkan pelaksanaan rencana tujuan penebusan tersebut . Kalau Yesus Tuhan saja menyadari pentingnya suatu kelompok, mengapa kita menghindari bergabung dalam kelompok iman?

Persatuan dan kesatuan akan dimulai dengan pembentukan suatu kelompok yang memiliki satu rasa, satu tujuan. Dan dengan kelompok maka kelemahan satu orang manusia akan ditutup dengan kelebihan yang lainnya,  Pengalaman satu orang manusia menjadi kekuatan untuk merubah anggota yang lain.

Saya masih ingat akan cerita instruktur seminar ketika saya mengikuti salah satu acara seminar di Surabaya, diceritakan tentang Kisah Nyata   seorang penjual barang di Inggris, yang memiliki keterbatasan kemampuan, cacat fisik tangan dan kakinya tetapi  dapat meraih kesuksesan hidup  hanya dengan dukungan suatu kelompok kecil tempat  ybs bermain.

Berikut kisah sukses tersebut : William Patrick, atau   William yang biasa dipanggil Willy adalah seorang pemuda yang sangat menyenangkan, mudah bergaul dan memiliki rasa percaya diri yang kuat, walaupun tangan dan kakinya sebelah kanan sulit untuk digerakkan, bahkan untuk memakai dasi atau sepatu pun seorang willy harus dibantu oleh orang lain. Willy dilahirkan dikota kecil diluar London, Bayi Willy sebenarnya dilahirkan sebagai bayi laki-laki yang sempurna lewat operasi cecario karena tidak memungkinkan lahir dengan jalan normal, tetapi karena keteledoran dokter yang membedah sehingga tanpa senaja, pisau bedahnya merobekkan syaraf di organ bayi tersebut sehingga mengakibatkan kaki dan tangan sebelah kanan tidak dapat bergerak seperti orang normal umumnya.

Elisabeth sang ibu adalah perempuan yang penuh dengan cinta dan kasih, sabar dan sederhana, beliau tidak menuntut dokter yang sudah mengakui keteledoran tersebut. Bahkan semenjak kecil Elisabeth selalu menanamkan rasa percaya diri yang besar dan menerima keadaan dengan rasa sukacita pada diri seorang willy.  Walaupun dia harus mengasuh anaknya seorang diri, karena suaminya pergi meninggalkan pada saat usia kandungannya memasuki bulan ke 7. Elisabeth juga mengajarkan untuk hidup mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Sayangnya pada usia 42 th, Elisabeth dipanggil pulang menghadap Tuhan, Karena penyakit cancer serviks yang dideritanya setelah diketahui 3 tahun sebelumnya.

Remaja Willy yang pada saat itu berusia 18 th, sangat terpukul kehilangan sang ibunya yang telah membesarkan dan mendidiknya hingga seperti saat ini. Willy harus hidup seorang diri, karena memang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, kecuali sahabat-sahabatnya, yaitu Pengantar Pos, Petugas penyapu jalan, petugas penjaga keamanan (Satpam), penjual roti keliling dan seterusnya.  Memang sahabat Willy bukanlah orang-orang yang berkedudukan, tetapi mereka memilki hati yang tulus, mereka terikat satu dengan yang lain secara emosi, karena memiliki semangat hidup yang sama.

3 hari lamanya willy remaja berkabung didalam rumahnya, hingga lupa makan, dan lupa semuanya, perasaanya hancur dan putus asa dirasakan seorang diri, dia merasa kehilangan yang sangat dalam, dia pikir masa depannya suram dan hancur,  Tetapi Elisabeth ibunya, adalah ibu yang bijak, semenjak kecil Willy sudah dikenalkan dengan Yesus Tuhan, dengan penderitaanya yang sungguh luar biasa, tidak ada satupun penderitaan didunia ini yang dapat menandinginya, karena kasih cintanya kepada manusia. Pengertian itu selalu ditanamkan oleh Elisabeth kepada putranya. Willy teringat akan apa yang diberikan, dikenalkan oleh ibundanya, perkara ku kecil dibanding pengorbananNya kata hati kecil Willy, dan seketika itu Willy bangkit kembali, dia cepat-cepat membersihkan diri, dan segera menemui sahabat-sahabatnya yang memang sejak 3 hari yang lalu mengkuatirkan kesehatan Willy, karena rumah dan jendela tertutup rapat. Mereka menunggu dengan harap-harap cemas  akan kondisi Willy tanpa bisa berbuat apapun. Tetapi ketika mereka melihat Willy keluar dengan semangatnya kembali, mereka bersorak kegirangan karena salah satu sahabatnya telah kembali.

Keputusan Willy untuk meninggalkan perasaan duka, dan bayangan-bayangan buruk adalah moment yang penting dalam hidupnya, dan dengan semangat hidupnya yang mulai berkobar-kobar, ditambah dukungan sahabatnya, willy mulai berusaha mendapatkan pekerjaan di kota tetangganya yang lebih maju untuk melangsungkan hidupnya.  Yang dipikirkan saat itu hanya bagaimana untuk mendapat pekerjaan dengan segera.  Kebetulan saat itu banyak kebutuhan tenaga penjual atau salesman. Sebagai tenaga pemasaran dikota tesebut. Di Negara barat, mengenakan jas,  berdasi serta bersepatu adalah sudah merupakan pakaian resmi, dan Willy tidak dapat melakukan hal tersebut karena keterbatasan yang dimilikinya maka untuk mengatasi kelemahan tersebut Willy meminta bantuan sahabatnya, pagi-pagi benar Willy bangun dan meminta sahabatnya petugas pos untuk memasangkan dasi, dan petugas sapu jalan untuk merapikan tali sepatunya.

Willy tidak mau mereka terganggu sehingga terlambat kerja. Oleh karena itu pagi-pagi sekali Willy sudah berada di rumah mereka sebelum mereka berangkat bekerja.

Nampaknya tantangan lain, yang harus Willy alami, adalah keterbatasan yang dia miliki karena memang tidak mudah untuk menjadi tenaga penjual.  Dari test wawancara, Willy selalu tidak diterima dengan alasan yang sama yaitu cacat fisik yang dialaminya, sudah 5 perusahaan yang memanggilnya untuk kebutuhan tenaga pemasaran, dan menolak karena alasan performance fisik yang kurang sempurna. Tetapi nampaknya Tuhan tergerak melihat semangat Willy, sebagai  anak yang dicintainya, Perusahaan ke 6 yang memanggil Willy juga memiliki penilaian yang sama, tetapi ternyata, mereka masih memberikan kesempatan, dengan alasan kemanusiaan. Sejak awal manager perusahaan tersebut sudah merencanakan setelah satu bulan, apabila tidak ada penjualan maka, seorang Willy tersebut akan dikeluarkan, dan manager di perusahaan tersebut sangat meremehkan Willy, orang normal fisiknya saja sulit menjual apalagi yang cacat.

Perusahaan tersebut adalah perusahaan alat-alat kesehatan yang menjual alat ukur tekanan darah secara manual. Memang perusahaan menyadari sulitnya memenuhi omzet penjualan setelah  muncul kompetitor dengan peralatan yang sama tetapi lebih canggih dan murah, sehingga, untuk memacu penjualan perusahaan banyak merekruit tenaga penjual  lapangan.

Berkilo-kilo meter seorang Willy berjalan untuk menjual alat itu, dari pintu ke pintu semua dia tawari tanpa rasa lelah dan putus asa, mulai dari rumah kesehatan sampai rumah tangga, sudah tidak terhitung jumlahnya. Tetapi tak satupun alat yang ditawarkan dibeli orang. Semangat Willy sangat berapi-api  bahkan orang lain istirahat dan bersenang-senang Willy terus dengan tekun berusaha menjual untuk memenuhi janji ybs kepada manager perusahaan distribusi alat kesehatan tersebut. Memang Tuhan tidak pernah tidur, dia menolong tepat pada waktunya.

Setelah hari yang ke 25 artinya tinggal 5 hari dari dead line perusahaan, seorang Willy berhasil menjual satu alat tersebut, itupun karena pembeli menaruh iba melihat kesungguhan Willy.  Dari satu menjadi dua, dua menjadi tiga, dan terus berkembang menjadi puluhan. Singkat kata willy akhirnya sukses menjual alat tersebut dalam jumlah yang tidak pernah dibayangkan, Willy diberikan penghargaan sebagai the best  marketing di perusahaan tersebut, dan yang paling penting seorang Willy tumbuh semakin dewasa dalam pribadi dan iman kepada Tuhan. Dia sangat percaya apa yang dikerjakan ada campur tangan Tuhan didalamnya, walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki saat ini.

3 tahun berjalan seorang willy mendirikan agency pemasaran dan 5 tahun kemudian, Seorang Willy masuk dalam jajaran orang sukses di  London.

Saudaraku, dari kisah nyata seorang Willy yang memiliki keterbatasan, dan berhasil sukses dalam hidupnya tidak lepas dari dukungan sahabat dan kelompoknya,  sahabat tidak, diperlukan orang yang  kaya, orang terpandang atau orang berpengaruh, tetapi hanya orang yang mau melayani dengan sungguh-sungguh, tanpa pamrih, yang memiliki rasa persatuan dan kesatuan didalam kelompoknya.

Seperti halnya sebuah kisah nyata di Nebraska, sebuah kota kecil di Amerika Serikat. Kisah ini terjadi di musim dingin  tahun 1998. Tidak biasanya dalam beberapa hari ini salju turun dengan derasnya kata John yang sedang duduk di dekat perapian, menghabiskan waktu karena tidak bisa berbuat apa-apa mengingat cuaca sangat buruk terjadi diluar, seolah kota kecil tersebut menjadi kota mati karena tidak satupun orang berani keluar dari rumah menantang cuaca tersebut.

Sementara sedang berbaring di tempat tidur seorang anak berusia 6 tahun, sebut saja namanya Tommy, ya memang Tommy sedang sakit leukimia  yang agak parah  belakangan ini dirasakannya, keluarganya memang sudah mengetahui beberapa tahun lalu dan berusaha mendapat kesembuhan dengan konsultasi ke ahli penyakit darah untuk kesehatan Tommy. Setelah beberapa kali berkonsultasi akhirnya disepakati jalan satu-satunya adalah transplantasi sumsum tulang belakang untuk menyembuhkan penyakit tersebut,  ternyata tidak mudah untuk mendapatkan organ dengan syarat-syarat yang dibutuhkan, dan organ tersebut telah dipesan untuk dicari sejak 3 tahun yang lalu, Tommy termasuk daftar tunggu tersebut.

Apabila organ tersebut telah didapat, segera Tommy harus dilakukan operasi dan tidak boleh lebih dari 4 jam, karena apabila lebih maka organ tersebut akan rusak dan menjadi tidak berguna lagi. Sehingga layaklah apabila setiap telepon yang berdering adalah harapan, untuk keluarga tersebut. John adalah ayahanda dari Tommy, dia sangat mengasihi anaknya, karena Tommy anak yang penurut dan patuh. Tommy dikenal sebagai anak yang manis, supel dan periang oleh karenanya hampir seluruh kota mengenalnya, demikian halnya dengan penyakit yang diderita Tommy, hampir seluruh kota kecil tersebut sudah mengetahuinya, dan mereka menaruh simpati kepadanya.

Beberapa hari setelah badai salju mereda, dan tumpukan salju masih terdapat dimana-mana, telephone di rumah John berdering,  pesan yang sudah ditunggu bertahun tahun didapat, kabar gembira tersebut akhirnya datang juga, organ transplantasi yang dibutuhkan didapat  setelah donor organ baru saja meninggal karena kecelakaan di kota lain.

John menjadi sedih mendengar kabar tersebut, setelah dia sadar bahwa tumpukan salju telah menutup jalan dimana-mana, sehingga kendaraan tidak dapat melewati jalan yang ada.  Tetapi john tidak putus harapan, Segera John berkonsultasi dengan pihak rumah sakit  tempat Tommy akan menjalani operasinya, karena letak rumah sakit tersebut hanya 2 jam dari kota tersebut.

Pihak rumah sakit bersedia membantu dengan mengirimkan

Helikopter dengan pertimbangan alasan kemanusiaan, tetapi syarat yang dibutuhkan adalah harus disiapkan landasan landingnya, landasan Heli harus terbebas dari pohon, salju tebal dan tumpukan benda lainnya karena sangat membahayakan waktu landing.

Segera setelah disepakati tempat dan waktu landing. John bergegas keluar dari rumahnya, mendatangi rumah tetangganya dan mengetuk pintu serta meminta bantuan dengan hati  berharap tetangganya dapat membantu, tak terasa 10 orang tergerak hatinya bersedia membantu, sikap rendah hati John selama ini mengerakkan hati mereka, ada yang menggunakan sekop,  cangkul dan alat seadanya, ketika 10 orang tersebut bekerja dengan semangat, orang-orang disekitarnya mendengar tujuan kerja sukarela tersebut, dan tanpa disadari mereka menjadi tergerak untuk ikut membantu keluarga John tersebut, kira-kira sudah ada 117 orang yang sudah terjun membersihkan jalan dan menyiapkan landasan heli tersebut, alat mereka gunakan tidak lagi alat sederhana, tetapi sudah menggunakan mobil pendorong salju, semakin banyak orang semakin banyak sumbangan pikiran akan suatu pekerjaan. Heli akhirnya berhasil membawa Tommy untuk menjalani operasinya, dengan perasaan lega,  bercampur lelah dan letih mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing.  Waktu berjalan begitu cepat  5 bulan berselang, Tommy kecil sudah berlari-lari  dan bermain dengan teman-temanya di halaman rumah, jerih payah dan keringat tetangga John, terbayar oleh senyuman dan keceriaan  Tommy kecil kepada mereka.

Saudaraku, persatuan dan kesatuan dapat menyelesaikan setiap masalah, bahkan menurut kita pekerjaan yang sulit dilakukan seorang manusia pun dapat dilakukan oleh kelompok.

Yesus Tuhan sudah mengetahui sejak awal, sehingga  membentuk dan menyusun kelompokNya untuk menyelesaikan tujuan penebusan umat manusia. Mari kita satukan hati dan pikiran atur langkah untuk aktif didalam komunitas kelompok, apapun itu bentuknya yang penting benar di mata Tuhan.

This entry was posted in Kesadaran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s